Perawatan Radiasi

0

Radiasi merupakan penyebab terjadinya kanker dan efek samping lainnya, merupakan salah 1 karsinogen yang paling dipelajari secara luas. Radiasi menyebabkan sekitar 3% dari seluruh kanker karena radiasi ionisasi mampu menghilangkan elektron dari atom dan mengubah struktur molekuler dari sel. Perubahan seluler inilah yang dapat menyebabkan timbulnya kanker. DNA yang terdapat pada inti sel merupakan target utama dari kerusakan akibat radiasi.

Dosis yang sangat tinggi dari radiasi (10 Gray) yang diterima sekaligus dapat berakibat fatal. Tetapi jika terbagi dalam suatu jangka waktu tertentu, dosis radiasi yang tinggi tersebut akan menimbulkan kerusakan yang lebih sedikit pada jaringan sehat. Dosis single, 5-Gy radiasi pada seluruh tubuh  akan menyebabkan orang yang terpapar meninggal dalam 30 hari. Namun pasien yang menjalani terapi radiasi tiap hari , 2 Gy pada area yang kecil di tubuh dapat terpapar hingga 10 Gray setelah berminggu-minggu. Sangatlah sulit untuk mengukur efek dari radiasi rendah  (kurang dari0.25 Gy) dari sumber yang umum seperti X-rays.

Kanker yang terjadi setelah terapi radiasi sangat jarang. Penelitian pada pasien kanker serviks menyimpulkan bahwa paling banyak 5% dari kanker terjadi setelah terapi radiasi. (Boice et al., 1988). Terdapat minimum waktu kira-kira 10-15 tahun setelah paparan radiasi sebelum timbul kanker.

Salah 1 cara untuk mengurangi paparan radiasi adalah menghindari penggunaan alat-alat X-rays yang tidak diperlukan. Bagaimanapun juga, dalam berbagai kondisi, manfaat radiasi lebih besar daripada resiko sebagai alat diagnose berbagai penyakit / trauma dan sebagai cara efektif untuk terapi kanker.

About author

No comments

Bepergian

Dahulu, pasien yang mengidap penyakit kronik seperti kanker umumnya selalu diminta untuk beristirahat dan mengurangi aktivitas. Hal ini tidaklah salah, karena bergeraknya tubuh seringkali dapat ...
WP-Backgrounds by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann