Pentingnya Vaksinasi HPV untuk Mencegah Infeksi HPV Pemicu Kanker Serviks

0

 

(9/11/2018) Kanker serviks atau kanker mulut rahim merupakan penyakit yang ditakuti oleh banyak wanita. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan akan bahaya nya kanker serviks dirasa masih sangat kurang. Pasalnya kejadian kanker serviks di dunia setiap 2 menit seorang perempuan meninggal akibat kanker serviks, yang jika dihitung dalam setahunnya kurang lebih mencapai 230.000 perempuan meninggal dengan 190.000 berasaal dari negara berkembang.

Human papiloma virus atau dikenal dengan HPV memiliki berbagai sub tipe yang dikelompokkan menjadi kelompok low risk dan high risk sementara kelompok high risk berkaitan dengan kanker serviks. Lamanya infeksi HPV tergantung tipe HPV. Untuk kelompok high risk infeksi berlangsung lebih lama, dan ketika infeksi kelompok hight risk ini terus berlangsung, maka akan berlanjut menjadi prakanker bahkan kanker. HPV menghasilkan 2 protein yang masing-masing memiliki peran untuk mengambil alih peran sel. Peran yang diambil alih yakni pertahanan sel dan pembelahan sel, dimana sel yang seharusnya dipertahankan dalam keadaan normal dan proses pembelahan sel yang normal menjadi sel yang tidak dapat dipertahankan secara normal bahkan akan berlanjut menjadi sel kanker dan sel yang membelah diri dengan tidak semestinya. Keadaan tersebut menjadikan sel yang semula sehat menjadi sel yang sakit dan berlanjut menjadi sel kanker.

Dr. Etty HK., SpPA (K) mengatakan bahwa vaksin HPV berisi vaksin VNP, jika dimasukkan ke tubuh kita, cangkang vaksin VNP merupakan partikel yang menyerupai virus dan seakan-akan tubuh kita dikenalkan dengan virus. sehingga tubuh kita menganggap vaksin tersebut sebagai benda asing dan akan di simpan di memori yang akan mempunyai kekebalan terhadap partikel tersebut. Jadi jika sewaktu-waktu virus HPV itu masuk, maka tubuh kita telah mempunyai memori kekebalan tersebut, sehingga penting untuk pencegahan kanker serviks.

Beliau menambahkan bahwa, vaksin HPV (Human Papiloma Virus) ada banyak macamnya lebih dari 100, yang bisa dibuat vaksin hanya beberapa tipe saja, yakni tipe 16 dan 18 yang banyak ditemukan. Jadi belum tentu ketika sudah pernah vaksin akan bebas dari kanker serviks, karena hanya beberapa saja yang dapat di cegah, yakni tipe 16 dan 18. Kuncinya untuk mendeteksi kanker serviks adalah dengan melakukan Pap Smear, dan untuk pencegahan tetap penting dengan melakukan vaksinasi HPV.

Dr. Etty juga mengatakan jika untuk melakukan atau mendapatkan vaksinasi HPV di Indonesia disarankan sejak umur 10 tahun keatas sampai umur 50 tahun. Pada wanita yang belum aktif hubungan seksual, maka tidak perlu adanya pemerikaan sebelum mendapatkan vaksinasi HPV, namun jika sudah aktif berhubungan sebaiknya sebelum mendapatkan vaksinasi HPV melakukan Pap Smear, karena ada kemungkinan telah terkena infeksi virus. Di tempat praktik pribadinya di Pusat Deteksi Dini dan Diagnostik Kanker (PD3K) yang beralamat di Jl. Trunojoyo, 63 – Surabaya ini juga melayani vaksinasi HPV dengan diberikan 3 kali selama 6 bulan.

About author

No comments

Diagnosa Kanker Secara Patologi Anatomi

Patologi anatomi adalah metode pemeriksaan spesimen secara makro dan mikro. Secara makro spesimen akan dinilai ukuran, bentuk dan penampakannya. Sedangkan secara mikro sel dan potongan ...
WP-Backgrounds by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann