Kanker dan Depresi

0

Merupakan hal yang wajar untuk berdukacita setelah kanker mendatangi kehidupan seseorang. Masa depan yang sebelumnya terlihat pasti, sekarang menjadi tidak pasti.

Beberapa keinginan dan rencana menjadi hilang. Seseorang yang mengalami kesedihan dalam jangka waktu yang lama atau seseorang yang tidak dapat melakukan rutinitas sehari-harinya, orang tersebut rawan menjadi depresi. Faktanya, 25% penderita kanker mengalami depresi. Depresi ini dapat disebabkan karena kehilangan fungsi tubuh serta perannya dalam keluarga dan masyarakat, atau penderita tidak mampu mengikuti jadwal pengobatan. Namun berita baiknya adalah bahwa depresi dapat diterapi.

 

Jika Anda dekat dengan seseorang dengan gejala depresi, Anda sebaiknya menyarankannya untuk mencari pertolongan. Banyak terapi bagi depresi, meliputi obat-obatan, konseling, atau kombinasi keduanya. Terapi ini akan meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi penderitaan seseorang karena kanker.

 

Berikut adalah gejala depresi:

  • Sedih berkepanjangan atau perasaan hampa sepanjang hari
  • Kehilangan minat atau kesenangan pada hampir semua kegiatan
  • Merasa terlalu lelah dan membuang banyak waktu begitu saja.
  • Kesulitan dalam mengambil keputusan atau masalah dalam berkonsentrasi.
  • Kehilangan selera makan, atau menjadi rakus. Berat badannya dapat naik atau turun seketika.
  • Sulit tidur, bangun lebih awal, atau menjadi terlalu banyak tidur.
  • Merasa sakit dan nyeri yang tidak mau hilang.
  • Mengalami penurunan gairah seksual.
  • Menjadi cengeng.
  • Merasa bersalah, tidak berguna, atau tidak dapat diselamatkan lagi
  • Berpikir untuk melukai diri sendiri atau keinginan bunuh diri.

 

Jika seseorang mengalami 5 atau lebih dari gejala tersebut di atas selama 2 minggu atau lebih, sebaiknya ia diperiksakan ke mereka yang ahli dalam kesehatan mental untuk dipastikan apakah ia mengalami depresi. Jikaa orang yang Anda sayangi mencoba untuk melukai dirinya sendiri, atau memiliki rencana untuk itu, segera hubungi dokter.

 

Apa yang harus dilakukan ketika merawat seseorang yang mengalami depresi?

  • Menyarankan orang yang depresi untuk melanjutkan terapi sampai ada perbaikan gejala. Berbicaralah dengan dokter tentang kemungkinan terapi yang lain jika tidak ada perkembangan setelah 2 atau 3 minggu.
  • Ajaklah untuk melakukan aktivitas fisik, terutama latihan ringan seperti jalan pagi.
  • Bantulah untuk membuat janji untuk terapi kesehatan mental jika perlu.
  • Membuat orang yang Anda sayangi terlibat pembicaraan atau kegiatan yang menyenangkan.
  • Yakinkanlah bahwa seiring waktu dengan terapi, ia akan merasa lebih baik.

About author

No comments

Seksualitas

Aktivitas seksual pertama kali idealnya dilakukan dengan suami pada saat organ genitalia kita telah matang. Pada usia kurang dari 20 tahun, organ genitalia belum benar-benar ...
WP-Backgrounds by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann