Standing Pee Ananto

0

Standing Pee Ananto

Berkemih bagi perempuan sebenarnya adalah tindakan mengosongkan kandung kemih melalui urethra. Letak urethra sebagai saluran keluar kencing terletak di dekat liang vagina dekat ujung labia minus (bibir kecil), tetapi tertutup oleh labium mayus (bibir besar kemaluan) diluar vagina. Karena itu perempuan perlu membuat supaya labia mayus nya terbuka lebih dulu sebelum mulai berkemih supaya tidak terhalang.

Pada beberapa perempuan yang labia mayus nya tidak terlalu tebal, dengan posisi duduk biasa akan lebih mudah terbuka dengan sendirinya. Hal ini berbeda dengan perempuan yang labia mayusnya tebal yang perlu dibuka dengan bantuan tangannya atau memerlukan posisi jongkok untuk lebih memudahkan membuka labium mayusnya.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah adanya rambut pubis pada

daerah kemaluan perempuan. Ada yang memiliki rambut tipis dan jarang serta pendek, tetapi juga ada yang memiliki rambut pubis tebal dan lebat serta panjang.

Dengan keadaan demikianlah seorang perempuan memiliki beberapa hambatan untuk berkemih secara bebas bila dibanding kan dengan lelaki. Hal ini pulalah yang mengakibatkan pada saat berkemih, sering bagian-bagian tersebut termasuk ujung luar uretra, labium mayus dan labium minus maupun rambut pubis nya terkena air kencing. Pada kondisi inilah seorang perempuan merasa kotor dan memerlukan air untuk membersihkan.

Posisi saat berkemih juga mempengaruhi kebersihan terhadap kemungkinan masuknya organisme penyakit kedalam organ kemaluan perempuan. Saat memancarkan air kencing, dengan kecepatannya yang tinggi dapat menghantam pada permukaan closet, kemudian mengangkat organisme yang sedang berada di daerah closet untuk kemudian terpercikk ke dalam orang kemaluan.

Closet yang secara penglihatan mata bersih belum tentu tidak mengandung kuman penyakit. Kalaupun sudah disentor, maka kecepatan sentoran tersebut juga belum tentu dapat menghilangkan kuman tersebut. Kalaupun memakai desinfektan, memang akan membunuh kuman penyakit, tetapi dengan berjalannya waktu, kelembaban yang ada di da

erah tersebut juga tetap dapat menjadi tempat yang baik untuk tumbuhnya kuman penyakit lainnya. Hal ini menjadi ancaman masalah pada perempuan yang akan melaksanakan berkemih di tempat itu.

Dengan memahami beberapa hal berkaitan dengan berkemih inilah diharapkan dapat dicari sebuah cara untuk melaksanakan berkemih yang aman. Bidadari menawarkan sebuah standard operating procedure berkemih perempuan yang diperkenalkan dengan nama “Standing Pee model Ananto”. Kencing berdiri model Ananto ini dianjurkan dilaksanakan untuk perempuan yang mengalami hambatan berkemih karena likasi tempat berkemih yang kotor, atau tidak tersedianya sarana air bersih untuk membersihkan diri atau cebok.

Metode Kencing Dengan Posisi Berdiri, “Standing Pee Ananto” :

I.    DASAR PEMIKIRAN
a. Pemahaman konsep Multi Hit Trauma sebagai faktor pencetus dan penyebab kanker serviks.
b. Pemahaman konsep faktor tidak bersih yang dianggap sebagai penyebab ternyadinya kanker serviks.
c. Diperlukannya Standard Operating Procedure metode kencing berdiri (Standing Pee) yang dapat dilakukan oleh diri sendiri.
d. Meminimalkan pemakaian air sebagai alat untuk cebok yang dikhawatirkan banyak mengandung bakteri, jamur, parasit, dan virus.
e. Sebagai pilihan pada kondisi darurat bila seorang perempuan ingin buang air kemih di tempat-tempat umum yang klosetnya kotor.

II.    TUJUAN
a. Menjaminkan kebersihan daerah sekitar serviks dan organ intim.
b. Menurunkan angka infeksi pada organ intim perempuan.

c. Meningkatkan angka kesakitan kanker serviks dalam stadium awal.
d. Menurunkan angka kematian kanker serviks pada stadium lanjut.

III.    ANATOMI ORGA

N KEMIH
a. Uretra adalah saluran yang menghubungkan kantung ke

mih ke lingkungan luar tubuh.
b. Labium mayus/ mayor adalah lapisan lemak lanjutan dari mons pubis ke arah bawah belakang yang terdiri dari kelenjar keringat dan kelenjar sebasea, setelah puber labium mayor akan ditumbuhi rambut
c. Labium minus/ minor adalah lipatan jaringan tipis terletak di sebelah dalam labium mayor dan mengelilingi lubang vagina dan uretra
d. Lubang pembukaan vagina adalah bagian paling semmpit dari saluran vagina yang terletak disaluran terdepan vagina, di belakang lubang uretra
e. Kantung kemih atau vesika urinaria adalah kantung berbentuk pir sebagai penampung urin yang terletak di belakan simfisis pubis dalam rongga pangul, kantung ini dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet.

IV.    LAIN-LAIN
Pada beberapa daerah di Indonesia, perempuan telah melakukan teknik kencing berdiri.

V.    WAKTU PELAKSANAAN
Metode ini dapat dilaksanakan  kapanpun perempuan inginkan, terutama di tempat umum yang fasilitas sanitasinya diragukan kebersihan dan kehigienisannya (kondisi darurat).

VI.    Pelaksanaan
1. Pastikan tangan anda bersih.
2. Mengatur Baju (Bila bercelana turunkan, bila rok dinaikkan)
3. Turunkan celana dalam sampai tengah paha atau cukup dengan menggeser saja ke salah satu lipatan paha
4. Seka bersih area labia anda.
5. Renggangkan kedua kaki seperlunya.
6. Dengan jari tangan telunjuk dan jari tengah (atau 2 jari yang anda sukai), buatlah huruf  “V”, lalu renggangkan labia minor (bibir vagina bagian dalam).
7. Angkatlah labia minor ke sudut yang dirasa nyaman, sehingga uretra dapat tampil, pastikan uretra tidak terhalang labium ketika memancarkan air kencing.
8. Berkemihlah dengan yakin dan mantap. Arah pancaran dikendalikan dengan memajukan pinggul. Setelah selesai berhentilah dengan tuntas.
9. Seka ujung uretra dan labia seperlunya.

 Tips:
Jangan berharap dapat menguasai tehnik ini pada percobaan pertama. Setelah berlatih beberapa kali maka anda akan mengalami kemajuan.
Berlatih dan berlatihlah. Selamat mencoba!

About author

No comments

Cara untuk Menghadapinya

Penderita kanker mungkin memperlihatkan frustasi menghadapi penyakitnya dan mereka melimpahkannya kepada keluarga atau orang yang dekat dengannya. Mereka melakukan hal ini karena mereka tahu bahwa ...
WP-Backgrounds by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann