Rokok

0

Terdapat cukup fakta untuk menghubungkan rokok dengan kanker paru. Bahan karsinogen yang terdapat dalam asap rokok antara lain adalah Polonium 210 dan 3,4 Benzypyrene. Resiko terjadinya kanker paru meningkat 13 kali pada perokok aktif dan 1,5 kali pada perokok pasif yang terpapar dalam jangka waktu yang lama. Wanita mempunyai resiko relatif lebih besar per paparan daripada pria (1,5 kali lebih besar). Dengan dasar tersebut , maka adalah wajar bila pencegahan utama kanker paru berupa upaya memberantas kebiasaan merokok. Menghentikan seorang perokok aktif adalah sekaligus menyelamatkan lebih dari seorang perokok pasif.

Tidak merokok dapat menurunkan risiko seseorang untuk menderita kanker paru. Jika orang yang berhenti merokok mengkonsumsi sayur-sayuran 4 porsi atau lebih/minggu, maka penurunan risiko terkena kanker paru akan lebih rendah lagi dibanding orang yang berhenti merokok namun tidak mengkonsumsi sayuran. (The University of Texas M.D.Anderson Cancer Center).

 

Pada orang yang merokok, risiko terkena kanker payudara 2 kali lipat lebih tinggi jika konsumsi sayuran (salad) kurang dari 4 porsi/minggu dibanding perokok yang mengkonsumsi sayuran lebih banyak. Begitu pula dengan aktivitas fisik (seperti berkebun) akan menurunkan risiko kanker paru pada perokok.

About author

No comments

Fitness (Overview)

Fitness merupakan aktivitas yang mampu meningkatkan stamina tubuh. Telah diteliti bahwa olahraga dapat meningkatkan kualitas hidup para penderita kanker. Dan juga dengan adanya olahraga secara ...
WP-Backgrounds by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann