Terapi Radiasi

0

Terapi radiasi melibatkan penggunaan mesin berukuran besar yang disebut “Linear accelerator” untuk mengirimkan sejumlah besar energy radiasi untuk membunuh sel-sel kanker, baik yang ada di payudara, dinding dada, atau di ketiak. Radiasi tersebut menghentikan reproduksi (perkembangan) dari sel-sel kanker dengan meminimalkan kerusakan pada jaringan yang sehat. Terapi radiasi telah dikerjakan untuk meningkatkan kelangsungan hidup wanita yang menderita kanker payudara.

Terapi radiasi dapat dikerjakan pada:
• Setelah lumpectomy atau mastectomy, dapat dikerjakan sendiri atau kombinasi dengan kemoterapi, untuk menurunkan resiko pertumbuhan ulang kanker di payudara,
• Sebagai terapi utama untuk kanker payudara jika dokter bedah mempercayai kalau tumor tidak dapat diangkat dengan aman, jika kesehatan penderita tidak mengijinkan untuk dioperasi atau penderita sendiri yang tidak menginginkan operasi,
• Untuk menerapi kanker yang telah menyebar sampai ke tulang atau otak,
• Untuk meredakan rasa nyeri atau masalah lain bila kanker tersebut muncul kembali.

Terapi radiasi tidaklah menyakitkan. Bagaimanapun, beberapa wanita mengalami efek samping dari terapi ini, yang antara lain:
• Kemerahan, rasa tidak nyaman, dan rasa kering pada kulit di sekitar area yang diradiasi. Apabila hal ini terjadi, dokter akan merekomendasikan pengobatan spesifik. Kemerahan tersebut dapat timbul sampai satu tahun lamanya hingga menghilang.
• Kelelahan, biasanya dimulai dua atau tiga minggu setelah terapi dimulai. Kelelahan meningkat selama masa terapi dan akan menghilang sendiri sebulan setelah terapi berakhir. 
• Penurunan jumlah sel darah. Lebih baik untuk memeriksakan darah secara teratur, apalasi bila penderita juga menerima kemoterapi.
• Beberapa wanita juga mengalami nyeri pada mulut atau tenggorokannya, mulut yang kering, jika area-area tersebut juga disinari. 

Selama terapi radiasi, penderita haruslah:
• Menghubungi dokter jika muncul gejala-gejala yang tidak lazim, seperti batuk, berkeringat, panas, atau nyeri yang tidak seperti biasa,
• Beristirahat yang cukup dan makan makanan yang sehat,
• Memeriksakan darah secara teratur, seperti yang diminta oleh dokter,
• Bersikap “baik” kepada area-area yang diterapi, seperti menghindari pakaian yang ketat atau lain sebagainya yang dapat menggesek area tersebut,
• Melindungi area yang disinari dari paparan matahari 
• Memberikan krim pelembab setelah terapi radiasi selesai

Banyak kemajuan pada terapi radiasi yang dapat membantu wanita mencegah timbulnya efek samping jangka panjang. Bagaimananpun, tetap efek samping tersebut dapat terjadi, antara lain:
• Patah tulang rusuk, yang cenderung dapat sembuh tanpa terapi (kurang dari 1%)
• Keradangan paru, yang cenderung dapatpulih dengan sendirinya (kurang dari 1%)
• Kerusakan pada jantung
• Scar (bekas luka)
• Sangat jarang, terapi radiasi dapat berhubungan dengan tumor lain seperti sarcoma

Terapi radiasi ini, dapat dibagi menjadi 2, yaitu: radiasi dari luar dan radiasi dari dalam

Tips: menjalani terapi radiasi membutuhkan ketekunan dan kesabaran karena waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan terapi ini cukup lama (beberapa siklus dalam nenerapa bulan) ditambah lagi dengan efek samping yang ditimbulkan dari terapi radiasi tersebut. 

About author

No comments

Semakin Putih Kulit

Kita mengenal pendapat bahwa orang yang menghabiskan banyak waktu dengan matahari meningkatkan resiko kanker kulit, namun ternyata sinar matahari juga telah menurunkan resiko dari kanker-kanker ...
WP-Backgrounds by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann