Penyebab

0

Belum ada hasil penelitian mengenai penyebab pasti terjadinya kanker. Sebagaimana kita ketahui bahwa kanker bukan merupakan penyakit tunggal, melainkan keluarga penyakit yang memiliki asal – usul  yang menyebar, maka penyebab kanker pun multifaktorial. Bahkan kata penyebab ini pun bukanlah hal pasti.

 

Adapun faktor – faktor yang dianggap sebagai penyebab, dibagi atas dua :

  • Faktor eksternal (luar tubuh) : karsinogenik bahan kimia, virus onkogenik, radiasi
  • Faktor internal (dalam tubuh) : genetik, hormon.

Kedua faktor penyebab tersebut dapat berkerja sama atau pun secara berurutan dalam memicu atau menyebabkan terjadinya kanker.

 

 

Yang dibahas saat ini adalah bahan yang bersifat karsinogenik.

Karsinogenik

Penyelidikan mengenai karsinogenik menghasilkan banyak pengetahuan pada asal alami karsinogenesis. Pengertian tersebut dapat diringkas menjadi :

–          sebagian besar bahan karsinogenik adalah mutagen

–          sifat karsinogenik tergantung dosis dan dosis multiple terbagi sifat karsinogeniknya setara dengan bahan yang diberikan tunggal

–         sifat karsinogenik dapat ditingkatkan dengan agen promotor dan agar efektif promotor harus mengikuti inisiator (dalam hal ini bahan kimia)

–         dua atau lebih inisiator (bahan kimia ditambah karsinogen lainnya) dapat menginduksi transformasi ganas (karsinogenesis).

 

Karsinogenik sebagai inisiator akan berinteraksi dengan DNA untuk menginduksi terjadinya mutasi dan lebih bersifat ireversibel. Pemaparan beruntun inisiator dapat memperbanyak mutasi baru. Tambahan, adanya promotor yang menginduksi replikasi sel dan memungkinkan terjadinya seleksi klon menyimpang. Adanya replikasi sel yang menyimpang ini menyebabkan kesalahan genetik sehingga memantapkan transformasi keganasan.

 

Diperkirakan mutasi pertama kali menyebakan imortalisasi dan terlepas dari kendali pertumbuhan, sehingga hal ini memberi kesempatan untuk terjadinya mutasi selanjutnya dan terjadilah onkogenik.

 

Karsinogenik Bahan Kimia

Bahan kimia sebagai karsinogenik berdasarkan dapat bekerja langsung atau tidak sebagai bahan karsinogen, dibagi atas 2 yakni:

  1.   agen bekerja langsung

Agen ini tidak memerlukan proses metabolisme untuk menjadi karsinogenik.

Pada umumnya bersifat karsinogen lemah dan tergantung waktu dan dosis untuk menghasilkan tumor.

  1.   agen bekerja tidak langsung

Agen ini memerlukan proses metabolisme untuk dapat aktif sebagai karsinogen.

Contoh bahan kimia ini :

–         hidrokarbon polisiklik – benz (a) antrasen (pada bahan bakar fosil) berkaitan dengan kanker kulit

–         hidrokarbon polisiklik – benz (a) piren (hasil pembakaran bahan organik, rokok sigaret/tembakau) dikaitkan dengan kanker paru

–         hidrokarbon polisiklik – epoksida (hasil pemanggangan daging, daging asap, ikan asap)

–         amin aromatik dan bahan pewarna azo, contohnya naftilamin beta (dari zat warna anilin dan industri karet) berkaitan dengan kanker buli – buli. Atau, pewarno azo (pewarna pada margarin atau buah cherry) berkaitan dengan kanker hati.

–         aflatoksin (biji – bijian) berkaitan dengan kanker hati

–         nitrosamin (tembakau, ikan asin) berkaitan dengan kanker lambung

–         zat yang terdapt di lingkungan kerja dan rumah :

 

 

Virus Onkogenik

Sebagian besar virus telah terbukti bersifat onkogenik yakni :

–   Human Papilloma Virus (HPV) yang ditularkan lewat hubungan seksual menyebabkan kanker leher rahim.

–   Virus Hepatitis B dan C menyebabkan kanker hati beberapa tahun setelah terinfeksi virus ini.

–   Human T- Cell Leukemia/ Lymphoma Virus menyebabkan kanker getah bening.

–   Human Immunodeficiency Virus (HIV) dapat meningkatkan terjadinya semua jenis kanker, terutama kanker getah bening (lymphoma)

–   Eipstein – Barr Virus (EBV) menyebabkan terjadinya kanker getah bening (lymphoma).

–   Human Herpes Virus 8 (HHV 8) menyebabkan terjadinya sarcoma kaposi.

–   Helicobacter pylori menyebabkan luka di lambung dan dapat meningkatkan risiko terkena kanker lambung dan limfoma di sekitar lambung.

 

Karsinogenik Radiasi

Radiasi, apapun sumbernya (sinar matahari, sinar x, pemecahan nuklir, radionuklida), sudah terbukti sebagai karsinogenik.

–    radiasi sinar ultraviolet (sinar matahari, proses tanning) yang menyebabkan penuaan dini dan kerusakan pada kulit sehingga memimpin ke arah kanker kulit

–    radiasi ionisasi (radiasi yang memasuki atmosfir bumi, radioaktif (bom atom), gas radon (dari tanah dan bebatuan), sinar X, dan lainnya).

Radiasi ini menyebabkan kanker leukimia, tiroid, payudara, paru dan perut (radioaktif), kanker paru (gas radon).

 

Batasi waktu paparan terhadap sinar matahari dan lindungi diri terhadap sinar UV dengan:

–          hindari keluar saat tengah hari (pukul 10.00 – 16.00) sebisa mungkin dan juga sinar UV dengan hindari pantulan cahaya dari pasir, air, salju, es, baju terang dan kaca.

–          pakailah pakaian lengan panjang, celana panjang, topi dan kaca mata yang mampu menyerap UV

–          gunakan sun block yang membantu mencegah kanker kullit dengan sun protecting factor (SPF) minimal 15. Namun sun block ini tidak dapat menggantikan pekerjaan menghindari matahari dan memakai pakaian yang melindungi paparan sinar matahari

 

Genetik

Gen merupakan unit fungsional dasar yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Gen tersebut dibuat di dalam deoxyribonucleic acid (DNA) dan di dalamnya terdapat kromosom. Gen memiliki peran langsung dalam menentukan warna kulit atau mata, golongan darah dan saat ini perkembangan kanker.

 

Karena beberapa alasan, gen dapat berubah (mutasi). Beberapa mutasi ini tidak berpengaruh terhadap sel, namun di saat lain sangat berbahaya atau bahkan membantu sel tubuh.

 

Mutasi ada dua, yakni :

1.       mutasi yang diturunkan (germline mutation)

      adalah mutasi yang diturunkan oleh orang tua kepada anaknya.

Semua sel orang tua terekspresi pada tubuh anak, termasuk sel telur dan sperma dan hal ini berlangsung turun – temurun.

      Mutasi turunan ini berperan 5 – 10% dalam kasus kanker yang disebut sebagai familial cancer.

2.       mutasi dapatan (acquired mutation)

adalah mutasi yang terjadi pada masa kehidupan seseorang, bukan turunan.

Mutasi ini dapat disebabkan oleh tembakau, terpapar sinar UV, bahan kimia.

Mutasi ini tidak terjadi pada seluruh tubuh

 

Berikut adalah tipe gen yang memberi kontribusi terhadap terjadinya kanker :

–          gen supresor tumor

Gen ini merupakan gen protektif, di mana berfungsi menekan pertumbuhan sel dengan mengevaluasi tingkat pembelahan sel, memperbaiki ketidakcocokan DNA dan mengendalikan kematian sel (apoptosis).

Ketika gen supresor tumor mengalami mutasi (baik pengaruh genetik atau lingkungan), sel – sel tubuh mengalami pertumbuhan terus – menerus dan membentuk sebuah tumor.

Contohnya : BRCA1BRCA2, and p53.

–          oncogene

Gen ini membuat sel yang menjadi sel kanker.

Contohnya : HER2/neu dan ras.

–          gen yang memperbaiki DNA

Gen ini memperbaiki setiap kesalahan replikasi DNA. Dan bila ada kerusakan yang tidak sempat diperbaik saat terjadi mutasi, dapat memimpin ke arah keadaan kanker.

About author

No comments

Dukungan Terhadap Efek Samping

Bila ada keluhan-keluhan atau gejala-gejala yang muncul setelah dilakukan terapi, penderita haruslah: Menghubungi dokter jika muncul gejala-gejala yang tidak lazim, seperti batuk, berkeringat, panas, atau ...
WP-Backgrounds by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann