Pentas Spektakuler “DUA RIBU LIMA BELAS SASTRA”

0

Sekali lagi sebuah pentas budaya, sastra dan seni spektakuler telah lahir dari “TERAS BIDADARI” di Jl. Trunojoyo 63, Surabaya menyongsong tahun baru 2015. Puluhan penampil secara  bergantian menampilkan karya-karya asli mereka sendiri dalam bentuk pembacaan puisi, cerpen, nukilan novel, musikalisasi puisi, lagu ciptaan baru, monolog.

 

 

Sekali lagi Ananto Sidohutomo, budayawan, sastawan sekaligus seniman Kota Surabaya ini menelurkan gagasan inovatifnya untuk semakin memperkokoh kehadiran sastra di masyarakat. Pada acara ini dia menampilkan musikalisasi monolognya “Teot-teot Kung-kung” serta nukilan lima halaman terakhir dari bakal buku novel barunya “Pelangi Tak Berwarna” yang memiliki pola sastra baru dan tak seperti buku novel biasanya.

 

Saat ditanya tentang gagasan ini, Ananto mengatakan bahwa, “Saya dan sahabat di sini meyakini tentang dahsyatnya peran Sastra Membangun Negeri. Mari bersastra dengan baik, dan itu dimulai dari diri sendiri. Sastra itu Indah, Aku itu Indah, Aku itu Sastra”. “Memang baik bila kita dapat tampil membawakan karya orang lain, namun tetap saja akan lebih sempurna bila membawakan karya sendiri. Karena itu, jangan pernah merasa keren dengan tampil membawakan karya orang lain.” Imbuhnya sambil tersenyum.

 

Panitia, Anik SBU., menyampaikan bahwa bahwa hadirin yang memenuhi Teras Bidadari datang baik secara pribadi, maupun bersama-sama kawan yang telah dikenalnya, yaitu Komunitas Bisa Menulis (KBM Surabaya), Bidadari, Tunjungan Ikon Surabaya (TIS), Forum Lingkar Pena (FLP), Yayasan Jiwa Indah Bangsa (YJIB), Drug Free Community (DFC), Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM), Parikan Edan Surabaya (PES) dan Bang-Bang Wetan (BBW).

 

Anik juga memberikan keterangan tentang penampilan tiga karya lagu baru musisi muda berbakat “Alim” (16 th), pembacaan puisi oleh Radi Azwar Kaminari, Anik SBU, Ana Azgara, Ida, Dhini, Eko, Andy, Jula-juli Suroboyo versi baru dari Musisi Djalanan “Tjap Toenjoengan”, lagu baru dari Rachmad Utojo S., Stand Up Comedy Arif (14 th), Ariq (10 th) dan dari teman-teman FLP serta komunitas yang lain.

 

Teras Bidadari, memang telah dikenal sejak akhir tahun 2008 telah aktif melahirkan gerakan-gerakan masyarakat yang berfokus pada pengembangan budaya, kerelawanan dan sosial. Acara yang dimulai Pk. 20.00 di tahun 2014 ini berakhir saat dini hari di tahun 2015. Keguyuban dan rasa memiliki ditunjukkan semua hadirin yang membawa bekal sendiri untuk saling berbagi bersama yang lain, dan diselingi dengan membakar jagung.

 

About author

No comments

Daftar yang Seharusnya Dilakukan dan Tidak

Lakukanlah hal-hal di bawah ini. Kenalilah kepribadian penderita kanker. Beberapa orang mungkin akan terbuka membicarakan penyakitnya sementara yang lainnya tidak demikian. Hargailah kebutuhan seseorang untuk ...
WP-Backgrounds by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann