Operasi Konservasi Payudara

0

Operasi konservasi payudara (Breast Conserving treatment) adalah tindakan operasi pada penderita kanker payudara dimana operasi pengangkatan kanker hanya sampai daerah bebas tumor disertai dengan pembersihan kelenjar ketiak, engan mempertahankan payudara tetap utuh, kemudian dilanjutkan dengan radioterapi.

Berdasarkan penelitian yang ada, operasi BCT (Breast Conserving Treatment) ini telah terbukti keefektifannya jika dibandingkan dengan mastektomi radikal, khususnya pada pasien kanker payudara stasium I dan II. Penelitian tersebut menunjukkan tidak adanya perbedaan antara kedua prosedur pembedahan dalam hal terjadinya kekambuhan lokal di daerah operasi atau di tempat lain (rekurensi lokoregional) dan juga angka harapan hidup (survival) setelah dilakukan operasi hasilnya hampir sama.

Tujuan dari BCT adalah mengangkat tumor dan jaringan sekitarnya yang secara histologis tepi-tepi jaringannya harus bebas dari sel kanker dan mempertahankan faktor kosmetik payudara penderita. Kedua faktor ini harus menjadi faktor utama dan harus dikerjakan dalam satu tahap pembedahan. Keunggulan dari BCT adalah pada faktor kosmetik, dimana payudara tetap utuh, sehingga dapat mengurangi akibat psikologis yang ditimbulkan apabila payudaranya harus diangkat .

Namun,  tidak semua penderita payudara dapat dilakukan tindakan operasi BCT. Penderita yang dapat dikerjakan BCT adalah penderita kanker payudara khususnya stadium satu atau penderita kanker payudara stadium dua namun dengan ukuran payudara yang relatif besar. Yang paling ideal bila ukuran tumor dua cm atau kurang dan letaknya di payudara samping atas. Untuk penderita dengan payudara ukuran besar, BCT dapat dilakukan pada ukuran tumor sampai dengan 4-5 cm.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar dapat dilakukan BCT, antara lain letak tumor tidak di dekat puting susu, tersedia sarana radioterapi, jumlah tumor hanya satu , ada sarana pemeriksaan patologi anatomi potong beku dan dokter patologi anatominya. Juga harus ada tenaga dokter ahli yang sudah biasa mengerjakannya yaitu dokter subspesialis bedah onkologi (bedah tumor dan kanker)

Penderita kanker payudara yang tidak dianjurkan untuk dilakukan tindakan BCT adalah penderita kanker yang sedang hamil, penderita kanker stadium lanjut, bila tumor ukurannya besar , tumor lebih dari satu, tumor yang terletak didaerah dekat puting susu.

Keputusan untuk memilih jenis tindakan yang menyangkut konservasi payudara sangatlah individual untuk setiap penderita . Disamping faktor sarana, prasarana dan tenaga seperti yang disebutkan diatas harus ada , faktor dari penderita sendiri juga sangat menentukan. Sejumlah faktor dibutuhkan untuk mendukung keberhasilannya antara lain, motivasi maupun komitmen penderita untuk melakukan pengobatan radioterapi sesudah operasi dimana membutuhkan waktu 5-6 minggu untuk radioterapinya. Selain itu penderita juga harus sadar dan sanggup menerima kemungkinan resiko terjadinya kekambuhan lokal sekitar 10-20 persen pada jaringan payudara yang dipertahankan dalam kurun waktu 5-10 tahun kedepannya.

Di negara maju, BCT sudah sering dilakukan sejak tahun 1970-1980-an, sedangkan di Indonesia , sampai pertengahan tahun 90-an, BCT masih merupakan alternatif terapi pada kanker payudara stadium dini, sedangkan mastektomi radikal masih merupakan protokol terapi pilihan utama. Namun saat sekarang BCT sudah sering dilakukan di negara kita khususnya di Rumah Sakit yang mempunyai fasilitas yang mendukung dan dokter ahli yang berkompeten.

Ilmu pengetahuan dan tehnologi senantiasa berkembang terus, demikian juga di bidang kedokteran, khususnya dalam bidang bedah tumor dan kanker (onkologi). Bila pada masa lalu pendekatan penanganan kanker payudara cenderung kearah radikal bahkan pada stadium dini sekalipun , maka saat ini untuk kasus-kasus tertentu pada stadium dini yang benar-benar memenuhi syarat dapat dilakukan tindakan yang tidak seradikal dulu lagi yaitu dengan operasi BCT sehingga nilai kosmetik makin bisa dipertahankan tanpa mengurangi nilai kuratif atau kesembuhannya.

Tips:    Operasi Konservaasi Payudara atau lumpectomy  adalah sebuah cara terapi bagi penderita kanker payudara yang ingin untuk tetap mempertahankan payudaranya. Namun, lebih baik konsultasikan dengan dokter sebelum menjalani terapi ini.

About author

No comments

Tetap Aktif Menjalani Terapi

Tetap aktif saat menjalani terapi : Bekerja dan menjalani terapi Sexualitas Berolahraga dan tetap aktif Imbas/efek pada fisik yang lain akibat terapi
WP-Backgrounds by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann