Menopause

0

Tanda dan Gejala Menopause

Seorang anak pada saatnya akan memasuki masa pubertas, pertanda dia memasuki kedewasaan. Begitu pula seorang wanita dewasa pada saatnya akan memasuki masa menopause.

Apa yang dimaksud dengan menopause? Seorang wanita disebut memasuki atau mengalami menopause bila yang bersangkutan tidak menstruasi lagi dalam rentang waktu 12 bulan. Usia saat seorang wanita memasuki menopause masih menjadi perdebatan sengit, tapi sebagai pegangan beberapa ahlinya, menopause paling banyak dialami pada umur antara 45 sampai 55 tahun.

Lalu apa yang terjadi saat wanita memasuki masa menopause? Untuk Anda ketahui, gejala dan tanda menopause yang dialami seorang wanita sifatnya sangat individual. Bagi wanita yang ”tahan banting”, mereka tidak akan terlalu merasakan gejala saat memasuki masa menopause, sebaliknya mereka yang lebih ”perasa” akan merasakan keluhan hebat baik fisik maupun mental. Beberapa tanda dan gejala tersebut antara lain:

Gejala-gejala yang mungkin ditemukan pada wanita menopause adalah:

  1. Hot flashes terjadi akibat peningkatan aliran darah di dalam pembuluh darah wajah, leher, dada dan punggung. Kulit menjadi merah dan hangat disertai keringat yang berlebihan. 
    Hot flashes dialami oleh sekitar 75% wanita menopause. Kebanyakan hot flashes dialami selama lebih dari 1 tahun dan 25-50% wanita mengalaminya sampai lebih dari 5 tahun. 
    Hot flashes berlangsung selama 30 detik sampai 5 menit.
  2. Vagina menjadi kering karena penipisan jaringan pada dinding vagina sehingga ketika melakukan hubungan seksual bisa timbul nyeri.
  3. Gejala psikis dan emosional (kelelahan, mudah tersinggung, susah tidur dan gelisah) bisa disebabkan oleh berkurangnya kadar estrogen. 
    Berkeringat pada malam hari menyebabkan gangguan tidur sehingga kelelahan semakin memburuk dan semakin mudah tersinggung.
  4. Pusing, kesemutan dan palpitasi (jantung berdebar).
  5. Hilangnya kendali terhadap kandung kemih (beser).
  6. Peradangan kandung kemih atau vagina.
  7. Osteoporosis (pengeroposan tulang). 
    Resiko tinggi terjadinya osteoporosis ditemukan pada wanita yang: 
    – kurus 
    – merokok 
    – mengkonsumsi alkohol secara berlebihan 
    – mengkonsumsi kortikosteroid 
    – memiliki asupan kalsium yang rendah 
    – jarang berolah raga. 
    Cedera ringan bisa menyebabkan fraktur (patah tulang). Fraktur paling sering terjadi pada tulang belakang, pinggul dan pergelangan tangan.
  8. Penyakit jantung dan pembuluh darah. 
    Penurunan kadar estrogen menyebabkan meningkatnya kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan menurunnya kadar kolesterol HDL (kolesterol baik). Estrogen bertanggungjawab terhadap pembentukan lapisan epitel pada rongga rahim. Selama masa reproduktif, pembentukan lapisan rahim diikuti dengan pelepasan dinding rahim pada setiap siklus menstruasi. 
    Berkurangnya kadar estrogen pada menopause menyebabkan tidak terjadinya pembentukan lapisan epitel pada rongga rahim. Tetapi hormon androgenik yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal diubah menjadi estrogen dan kadang hal ini menyebabkan perdarahan pasca menopause. 
    Hal ini tidak perlu dirisaukan, tetapi karena perdarahan pasca menopause bisa merupakan petunjuk adanya suatu kelainan (termasuk kanker), maka dokter selalu memeriksa setiap perdarahan yang terjadi setelah menopause. 

9.       Perubahan fisik yang lain

Perubahan fisik lainnya antara lain perubahan distribusi lemak tubuh yang mana pada wanita menopause lemak akan menumpuk pada pinggul dan perut. Perubahan tekstur kulit, kerutan kulit, dan terkadang disertai dengan jerawat.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. 

Pada pemeriksaan Pap smear bisa diketahui adanya perubahan pada lapisan vagina akibat perubahan kadar estrogen. 
Pemeriksaan darah dan air kemih bisa digunakan untuk mengukur kadar estrogen, progestero serta estron dan estradiol plasma.

Setelah sekian lama membahas tubuh manusia yang segar segar, tidak apa khan sekali sekali membahas yang sudah uzur. Kita tidak bisa menutup mata, kelak kita pasti akan mengalaminya.

Pencegahan kanker serviks yang dapat dilakukan pada usia menopause antara lain :

  • Menyeka posisi berdiri
  • Jagakelembaban
  • Cebok dari depan ke belakang 1 arah
  • Memakai air bersih tanpa kuman
  • Memakai pembalut tanpa dioksin
  • Tidakberganti-ganti pasangan seksual
  • Pemakaian kondom setelah aktif secara seksual
  • tidak menggunakan sex toys yang tidak bersih/bersama pasangan
  • Mejagakebersihan petting
  • Vaginal toilet
  • Papsmear rutin tiap tahun
  • Berobattuntas s/d dinyatakan sembuh oleh dokter
  • Konsumsimikronutrient (vitamin & mineral)

About author

No comments

Seksi Dengan Senyuman

Seksi tidah harus gengan gaun ketat dan terbuka. Beberapa cara sederhana ternyata cukup membuat pria ‘bergairah’. Penasaran seperti apa saat perempuan terlihat seksi? Simak ulasannya.. ...
WP-Backgrounds by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann