LAINNYA

0

TERAPI HORMON

Pada beberapa kanker, pertumbuhan dan penyebarannya tergantung dari pengadaan zat kimia tubuh yang disebut dengan hormon. Misalnya, kanker payudara dan kanker prostat.

 

Mekanisme kerja terapi hormon dalam menyerang sel kanker dengan mengubah jumlah hormon dalam tubuh, sehingga pertumbuhan dan penyebaran kanker dapat dihambat. Umumnya terapi ini digunakan untuk mengobati kanker payudara, prostat dan sistem reproduksi lain.

 

Contoh terapi hormon yang sudah digunakan di masyarakat yakni tamoxifen yang dipakai sebagai obat antiestrogen dalam pengobatan kanker payudara yang responsif terhadap hormon.

 

Selain tipe pemberian obat, terapi hormon ini juga dapat berupa tipe pembedahan / operasi, di mana tindakan operasi akan mengangkat ovarium atau testis sebagai penghasil hormon reproduksi.

 

TERAPI TARGET / TARGETED TREATMENTS

Terapi ini hampir sama dengan kemoterapi, hanya perbedaannya obat yang digunakan dalam targeted treatments ini hanya menyerang target sel yang memiliki protein yang berasal dari kanker.

 

Keuntungan dari terapi ini tergantung respons tubuh terhadap pengobatan sebelumnya dan kondisi kesehatan. Adapun keuntungan berupa sel kanker yang diserang pun lebih seletif dan efek samping yang timbul akibat penyerangan sel target lebih minimal.

 

Contoh obat yang digunakan yakni : mesylate, gefitinib, erlotinib.

 

Kebanyakan terapi target ini masih dalam eksperimental dan digunakan bersamaan dengan terapi lain (terapi kombinasi).

 

TERAPI HIPERTERMIA / TERMOTERAPI

Hipertermia adalah pengobatan kanker dengan cara memanaskan jaringan tubuh sampai mencapai 44o – 45oC.

 

Mekanisme kerja pengobatan ini berupa pengadaan suhu yang tinggi dapat merusak protein maupun struktur sel sehingga dapat menghancurkan, membunuh sel kanker dan memperkecil ukuran tumor serta kerusakan pada jaringan normal pun dapat diminimalisir.

 

Hipertermia dapat membuat sel kanker lebih sensitif, bahkan dapat langsung menghancurkan sel-sel kanker yang tidak dapat dihancurkan oleh radiasi sehingga hipertermia dapat digunakan bersamaan dengan terapi lain, misalnya radioterapi, kemoterapi, atau imunoterapi. Terapi hipertermia terbukti dapat meningkatkan efektivitas radioterapi maupun kemoterapi.

 

Hipertermia ini ini juga dapat mencapai banyak lokasi, antara lain kanker di kepala dan leher, kanker payudara, paru-paru, liver, rongga perut, leher rahim, usus, kandungan, prostat, kulit, tulang. Jenis kanker yang dapat diterapi pun macam – macam, dari adenocarcinoma, melanoma, carcinoma, thymoma, mesothelioma, lymphoma, sarcoma, squamous cell, basal cell.


Hipertermia dilakukan 2 – 3 kali seminggu dan tiap seri terdiri atas 6 – 10 kali terapi. Efektivitasnya tergantung pada sejauh mana suhu tubuh dapat ditingkatkan, berapa lama dapat dipertahankan, karakteristik sel dan jaringan yang diterapi.

Selama terapi suhunya terus dipantau menggunakan termometer mini ayng terdapat pada ujung probe alat pemanas, agar suhu yang diinginkan dapat tercapai namun tidak melampaui batas. Panas buatan ini dapat dipertahankan hingga satu jam.

 

Berdasar luas area yang diterapi, hipertermia terbagi atas :

1.Hipertermia lokal / thermal ablation

Pada hipertermia lokal, pemanasan dilakukan pada area yang terbatas atau kecil, dalam hal ini jaringan kanker.

Sumber panas yang digunakan antara lain gelombang mikro (microwave), gelombang radio (radio frequency) dan gelombang suara frekuensi tinggi (ultrasound). Gelombang radio yang dipancarkan akan memanaskan dan membunuh sel-sel kanker di sekitarnya.

Teknik yang digunakan pun berbeda berdasarkan lokasi tumor, yakni :

–   Jika kanker terletak di permukaan tubuh atau dekat dengan kulit, alat penghasil panas diletakkan di dekat tumor, kemudian pancaran panas dari gelombang akan diarahkan ke area yang hendak dipanaskan.

–   Jika kanker terletak di dalam atau di sekeliling lubang-lubang tubuh (misalnya kerongkongan atau dubur), sumber panas dimasukkan ke dalamnya menggunakan alat khusus agar pemanasan langsung mengenai sasaran. Teknik ini dinamakan intraluminal atau endocavitary hyperthermia.

–   Jika lokasi tumor jauh di dalam tubuh (misalnya kanker otak), teknik yang digunakan adalah interstitial yakni penderita dibius, lalu jarum khusus atau alat pemanas disuntikkan ke tengah jaringan kanker dengan panduan alat ultrasonografi atau CT (computed tomography).

2.Hipertermia regional

Pemanasan dilakukan pada area tubuh yang lebih luas seperti seluruh lengan, tungkai, organ-organ tubuh, dan saluran-saluran tubuh.

Teknik yang dugunakan berupa:

–   Jika kanker tereletak dekat lubang atau sepanjang saluran tubuh (misalnya kanker mulut/leher rahim, kanker kandungan, kanker kandung kencing, dsb.), maka alat pemanas diletakkan di dekat lubang atau di dalam saluran, kemudian pancaran panas dari gelombang mikro atau gelombang radio diarahkan ke jaringan kanker yang menjadi sasaran.

–   Jika kanker terletak di lengan dan kaki, atau di dalam organ-organ tubuh (misalnya kanker hati dan paru-paru). Teknik ini disebut juga regional perfusion. Caranya, sebagian darah penderita dikeluarkan, dipanaskan, lalu dipompa kembali ke dalam lengan, kaki, atau organ tersebut. Teknik ini biasanya dilakukan bersamaan dengan kemoterapi.

–   Jika kanker terletak di dalam rongga perut (misalnya peritoneal mesothelioma). Teknik ini dinamakan CHPP (continuous hyperthermic peritoneal perfusion). Caranya, selama pembedahan, obat kemoterapi dipanaskan kemudian dialirkan ke dalam rongga perut, sehingga suhunya mencapai 41,1 – 42,2oC.

3.Hipertermia total (Whole Body Hyperthermia)

Pemanasan ini ditujukan untuk kanker yang sudah menyebar (metastase).

Caranya, penderita diselimuti dengan selimut listrik atau air panas, atau dimasukkan ke dalam ruang panas (semacam inkubator) untuk membuat suhu tubuhnya meningkat sampai 41,7-43,8oC.

 

 

TERAPI ANTI ANGIOGENESIS

Angiogenesis adalah bentukan baru dari pembuluh darah yang dipicu oleh adanya kanker dan adanya pembuluh darah ini ditujukan untuk menyuplai kebutuhan sel kanker.

Untuk menghentikan proses angiogenesis tersebut, maka terapi ini dicoba.

Namun terapi ini masih dalam penelitian (ekperimental).

 

TERAPI ANTI SENSE

Terapi ini pun masih dalam penelitia. Di mana mekanisme kerja terapi ini dengan cara menggunakan suatustrand (rangkaian) DNA yang diikat dengan messenger RNA sebelum memproduksi protein untuk memblok ekspresi gen.

 

TERAPI GEN

Pengobatan ini digunakan untuk memperbaiki materi genetik yang rusak atau menggantinya dengan yang baru.

About author

No comments

Deteksi Dini Kanker Umum

Sangatlah penting untuk seseorang mengetahui apakah dirinya memiliki faktor resiko terkena kenker atau tidak. Beberapa jenis kanker lebih mudah untuk diterapi dan disembuhkan bila ditemukan ...
WP-Backgrounds by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann