Kekambuhan

0

Kekambuhan penyakit pada kanker payudara yang telah menyelesaikan terapi primer masih dimungkinkan terjadi kekambuhan. Ada tiga jenis kekambuhan pada kanker payudara, yaitu :

  1. Kekambuhan lokal

      Kekambuhan lokal terjadi apabila sel kanker kembali muncul pada daerah tumor itu berasal sebelumnya. Kekambuhan lokal tidak dianggap sebagai kanker yang menyebar tapi sebagai kegagalan dari pengobatan. Kekambuhan lokal masih bisa terjadi pada kanker yang sudah dilakukan pembedahan payudara (mastektomi) walaupun dalam jumlah kasus yang jarang. Terapi kanker payudara yang konservatif dan dengan radiasi yang memiliki resiko yang cukup tinggi mengalami kekambuhan seperti ini. Terapi untuk kekambuhan kanker payudara tipe ini tergantung pada terapi yang sebelumnya sudah dilakukan. Apabila sebelumnya hanya dilakukan operasi tanpa pengangkatan payudara, maka terapi yang dipakai adalah mastektomi pada kasus kekambuhan.

 

  1. Kekambuhan regional

Kekambuhan regional lebih serius daripada kekambuhan lokal karena hal ini mengindikasikan bahwa sel kanker sudah menyebar melewati payudara dan kelenjar getah bening pada ketiak. Kekambuhan regional dapat terjadi pada otot dada, pada kelenjar getah bening mamaria, dan kelenjar getah bening sekitar leher. Kekambuhan kanker yang menempati dua sisi tubuh menandakan sel kanker yang ada lebih agresif. Kekambuhan tipe ini sering terjadi kira-kira ada 2%-5% kasus pada semua kasus kanker payudara. Terapi yang harus dilakukan lebih kompleks, selain pembedahan, terapi radiasi, kemoterapi, dan terapi endokrin adjuvan, terapi sebelumnya jauga berpengaruh.

           

  1. Kekambuhan  jauh

Kekambuhan jauh sering dikenal dengan metastasis adalah kasus yang paling parah dan angka harapan hidupnya sangat kecil. Sel kanker pertama kali akan menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak lalu menyebar ke tulang. Pada beberapa kasus yang lain, kanker dapat menyebar ke paru, hati, otak, dan organ-organ yang lain. Pembedahan jarang menjadi pilihan terapi untuk kanker payudara yang sudah bermetastasis karena kanker yang ada tidak menempati satu tempat tertentu. Terapi yang dipilih biasanya kemoterapi, radiasi, dan terapi endokrin.

 

Pada beberapa kasus, kanker yang baru dapat terjadi bertahun-tahun setelah kanker primer pada daerah yang berbeda pada payudara dan dengan tipe kanker yang berbeda. Apabila hal ini terjadi, kanker ini dianggap sebagai kanker baru dan tidak disebut kekambuhan.

 

Kanker payudara dapat terjadi lagi pada dua tahun pertama apabila terapi yang dilakukan tidak sesuai aturan. Insiden yang terjadi dapat berlipat ganda dan menyebabkan kematian setelah 10 tahun sejak diagnosis pertama kali. Kekambuhan pada pasien yang tidak mendapat terapi hormon tambahan (adjuvant) hampir mencapai 50% pada kasus dimana nodul ditemukan dan 32.4% apabila tidak ada nodul selama jangka waktu 10 tahun sejak diagnosis.       

 

Faktor resiko terjadinya kekambuhan tergantung pada karakteristik individual dari pasien dan tumornya. Indikator dari kekambuhan antara lain :

  • Munculnya kelenjar getah bening
  • Ukuran tumor
  • Grade histologi

Pada pemeriksaan mikroskopik dilihat tingkat ketidaknormalan dari sel dan cepat pertumbuhannya.

  • HER2

Gen ini mengkode protein pengatur pertumbuhan yang mengkontrol pembelahan dan perbaikan sel. Ada atau tidak adanya HER2 sangat penting pada pertumbuhan sel abnormal menjadi kanker. Terapi immun dengan tratuzumab saja atau dengan kemoterapi dapat direkomendasikan bagi seorang wanita dengan kanker payudara yang kadar HER2-nya tinggi.

  • Invasi pembuluh darah
  • Status reseptor hormon

Hal ini menunjukkan sel kanker tersebut positif reseptor estrogen (ER+), positif reseptor estrogen (PgR+) atau tidak

  • Indeks proliferasi

      Faktor prognosis dari kanker payudara.

 

Pasien yang resiko kekambuhannya rendah adalah pasien dengan ER/PgR positif dan memenuhi semua kriteria sebagai berikut :

  • Kanker tidak menyebar ke kelenjar getah bening
  • Ukuran diameter tumor <2 cm
  • Inti dari sel kanker kecil dengan sedikit peningkatan variasi ukuran dibandingkan sel payudara normal dan batas yang jelas.
  • Tidak ada sel kanker pada darah dan pembuluh darah
  • Sel kanker tidak menggunakan jalur Her2 untuk bertumbuh.

Resiko kekambuhan kanker payudara dapat diturunkan dengan pemberian terapi endokrin tambahan (adjuvant). Terapi endokrin meliputi anti estrogen (tamoxifen), inhibitor aromatase (letrozole, anastrozole, exemestane). Kemampuan inhibitor atau penghambat aromatase lebih tinggi dibandingkan anti estrogen untuk mereduksi resiko kanker pada kanker payudara post operasi. Kemoterapi setelah pembedahan juga dapat menurunkan resiko kekambuhan.

About author

No comments

PENYAIR MBELING NGAMEN DI TUNJUNGAN

Puluhan orang duduk di badan jalan Tunjungan, Surabaya di depan Hotel Majapahit. Mereka menyimak penampilan pembacaan puisi yang dilaksanakan di atas trotoar. Minggu pagi, 4 ...
WP-Backgrounds by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann