PROFIL BIDADARIKU


  :: Latar Belakang
  :: Visi
  :: Misi
  :: Moto

  :: Profil Para Dokter

  :: Forum Tanya Jawab


  << Ke Halaman Utama
 

LATAR BELAKANG

Sejak 5 (lima) tahun terakhir angka kesakitan dan kematian karena Kanker meningkat dengan signifikan. Kanker terbanyak yang menyerang wanita adalah kanker serviks (leher rahim) dan kanker payudara. Kedua jenis kanker tersebut saat ini telah dapat diupayakan pencegahannya dan dapat ditemukan dalam stadium dini. Bahkan untuk kanker Leher Rahim saat ini telah dapat ditemukan dalam tahap pra Kanker (Sebelum sel berubah menjadi sel kanker). Bila ditemukan lebih awal dan dengan perawatan yang tepat sehingga dapat terhindar dari kematian. Diperlukan suatu gerakan moral yang dengan keikhlasan tampil memimpin penanggulangan kanker utamanya bagi kaum wanita.
Nama bidadari memiliki dua (2) makna :
1. Bidadari adalah sosok yang digambarkan memiliki keindahan, kesucian, keihlasan dan tanpa pamrih.
2. Bidadari adalah istilah dari bahasa sanskerta yang artinya adalah seseorang yang memiliki, memakai atau membawa ilmu pengetahuan (Vidhya = Ilmu Pengetahuan ; Dharya = Pemilik/Pemakai/Pembawa)
Dr. Ananto Sidohutomo, MARS adalah founder dari bidadari, sebuah service mark gerakan moral yang mengajak setiap orang dengan berbekal kecantikan hati, ketulusan dan rasa ihlas yang fokus pada penanggulangan kanker serviks dan kanker payudara untuk menjelma menjadi bidadari.
Saat ini bidadari bermarkas di jl. Trunojoyo 63, Surabaya (031-5670743)




VISI

Bidadari tidak mengijinkan seorangpun perempuan mati karena kanker serviks dan kanker payudara.


MISI

  • Membuat semua orang menjelma menjadi bidadari.
  • Menjadi pusat dan motor aktifitasdeteksi dini dan diagnostik, pemeriksaan dan pendampingan wanita dari ancamanpenyakit kanker serviks dan kanker payudara.
  • Membentuk gerakan moral Bidadari yang beranggotakan semua orang dengan kriteria cantik hati dan berkomitmen menurunkan angka kesakitan dan kematian karena kanker serviks dan kanker payudara
  • Melakukan sosialisasi kepada semua masyarakat tentang penanggulangan kanker, sosialisasi tentang multi hit trauma, faktor penyebab kanker (tidak bersih, pilihan dan alami), sosialisasi \"Kartu Skor Ananto Sidohutomo untuk Deteksi Dini Resiko Kanker Serviks\" dan \"Kartu Skor Ananto Sidohutomo untuk Deteksi Dini Resiko Kanker Payudara\", edukasi sarari (pemeriksaan payudara sendiri), sarami (pemeriksaan payudara oleh suami), sosialisasi Vagina Toilet Sendiri Ananto Sidohutomo atau \"Valeri Ananto Sidohutomo\", sosialisasi \"Standing Pee Ananto Sidohutomo\".
  • Melakukan upaya dan inovasi deteksi dini dan diagnosa kanker serviks dan kanker payudara..
  • Menyediakan pilihan informasi dan pelayanan sesuai keinginan dan kebutuhan masyarakat serta melakukan upaya pencegahan terhadap resiko kanker pada wanita.
  • Melakukan upaya, inovasi serta peningkatan mutu hasil pemeriksaan Patologi Anatomi kanker serviks dan kanker payudara.
  • Melakukan training, Training of Trainer (TOT) dan edukasi pada tenaga kesehatan dan masyarakat luas untuk meningkatkan kapasitas individual dengan tujuan meluaskan jangkauan pelayanan kepada masyarakat lain.
  • Melakukan pendampingan pada semua wanita yang terkena kanker serviks dan atau kanker payudara.
  • Mengembangkan pola data base, melakukan penelitian terkait penanggulangan kanker.
  • Melakukan kerja sama dengan semua fihak yang memiliki kepedulian terhadap upaya penanggulangan kanker serviks dan kanker payudara.

MOTO

Sahabat terbaik dan terpercayadalam promotif, preventif, deteksi dini dan diagnostik Kanker.


Bidadari breaks the silence

\"Mom …, Please Don\'t DIE !\"

(For Cervical & Breast Cancer Awareness Campaign)

Bidadari, Pusat Deteksi Dini & Diagnostik Kanker adalah merupakan bagian dari epik perjuangan berbasis masyarakat untuk \"Never Ending Wars Against Cancer\"

Bidadari adalah gerakan moral yang memiliki visi yaitu tidak mengijinkan seorangpun perempuan mati karena kanker serviks dan kanker payudara. Misi Bidadari dilakukan dengan mengedepankan upaya promotif dan preventif kepada masyarakat luas. Makna kata Bidadari diambil dari bahasa sanskerta vidhyadharya yang memiliki arti \"Seorang yang memiliki/mempunyai/ ilmu pengetahuan penanggulangan kanker serviks dan kanker payudara\".

Bidadari fokus kepada kanker serviks dan kanker payudara adalah karena kedua kanker ini telah dapat dilakukan upaya pencegahan/penanggulangan, dapat di deteksi dan di diagnosa secara dini, serta bila ditemukan dalam tahap awal dapat diharapkan upaya kesembuhan secara tuntas. Karena itulah bidadari beranggapan bahwa tidak perlu ada lagi seorang perempuan yang harus mati karena kedua kanker tersebut.

Bidadari pertama kali di publikasikan pada tanggal 18 Oktober 2008, bertepatan dengan hari pertama di aktifkannya situs www.bidadariku.com yang merupakan situs penanggulangan kanker serviks dan payudara dengan berbasis pada pemberdayaan masyarakat. Founder bidadari adalah Dr. Ananto Sidohutomo, MARS. dan bermarkas di jl. Trunojoyo 63, bersamaan dengan tempat aktifitas Pusat Deteksi Dini & Diagnostik Kanker.

Pusat Deteksi Dini & Diagnostik Kanker adalah sebuah tempat pelayanan pengembangan, yang fokus pada penanganan penemuan secara dini problem tumor & kanker di Serviks dan Payudara serta mendiagnosa jaringan kanker. Pelayanan Pap-smear, pemeriksaan payudara, vagina toilet, dan pemeriksaan Patologi Anatomi serta produk pelayanan penanggulangan kanker serviks dan payudara berbasis masyarakat. Info penanggulangan kanker yang berbasis masyarakat inilah yang kemudian di sosialisasikan melalui gerakan moral Bidadari.

Bidadari melakukan kegiatan dengan cara memperluas medan peperangan melawan kanker yang semula merupakan medan peperangan antara para dokter ahli dan peralatan canggih melawan penyakit kanker yang terjadi selama ini, hingga menjadi medan pertempuran yang melibatkan seluruh masyarakat di negeri ini. Bidadari akan mempersenjatai masyarakat dan diri mereka sendiri untuk dapat menanggulangi dan melawan kanker dengan mengandalkan diri mereka sendiri. Bidadari harus memastikan bahwa setiap orang telah memiliki cukup bekal persenjataan dan amunisi untuk dapat melakukan perlawanan terhadap kanker serviks dan kanker payudara dengan sekuat tenaganya.

Prinsip mendasar gerakan moral bidadari adalah dari seorang bidadari memberikan informasi penanggulangan kanker serviks dan kanker payudara kepada seseorang/institusi, sehingga kemudian orang/institusi itu akan menjelma menjadi bidadari, yang kemudian sebagai bidadari akan melakukan hal yang sama kepada orang lain, keluarga, sahabat, teman, dan masyarakat sekitarnya. Demikian seterusnya sehingga nanti semua orang akan menjelma menjadi bidadari.

 

Produk pelayanan Bidadari berbasis pada masyarakat adalah :

1.       \"Kartu skor Ananto Sidohutomo\" untuk Deteksi Dini Resiko Kanker Serviks oleh Mayarakat

2.       \"Kartu skor Ananto Sidohutomo\" untuk Deteksi Dini Resiko Kanker Payudara oleh Masyarakat.

3.       \"Vagina Toilet Sendiri Ananto Sidohutomo\" atau disingkat \"Valeri Ananto\", berupa standard operating procedure pembersihan organ intim yang dapat dilakukan oleh masyarakat.

4.       \"Kencing Berdiri model Ananto Sidohutomo\" atau dikenal \"Standing Pee Ananto\", berupa standard operating procedur (SOP) tehnik melakukan kencing berdiri pada wanita pada saat darurat.

5.       Model TOT (Training Of Trainer) Sarari (pemeriksaan payudara sendiri) yang dapat dilakukan oleh masyarakat.

6.       Model TOT (Training Of Trainer) \"Valeri Ananto\" (vagina toilet sendiri Ananto) yang dapat dilakukan oleh masyarakat.

7.        Model TOT (Training Of Trainer) \"Sarami Ananto Sidohutomo\" atau dikenal \"Sarami Ananto\", berupa standar operating procedure (SOP) sarami (pemeriksaan payudara oleh suami).

8.       Pemahaman konsep Multi Hit Trauma sebagai penyebab terjadinya perubahan sel normal menjadi lemah/sakit dan selanjutnya menjadi sel kanker.

9.       Pemahaman konsep penyebab kanker yang disebabkan oleh 3 (tiga) faktor yang dapat mempengaruhi sel yaitu : (1) Faktor tidak bersih, (2) Faktor Pilihan, (3) Faktor Alami.

Kegiatan pelayanan Bidadari bersama dengan masyarakat yang tercatat sampai dengan saat ini adalah :

1.       Mengelola website www.bidadariku.com dan telah memperoleh animo masyarakat dengan lebih 200.000 hit.

2.       Sosialisasi/edukasi Penanggulangan kanker serviks dan kanker payudara Bidadari secara gratis di masyarakat. (telah melakukan 135 kali penyuluhan kepada 5.369 masyarakat)

3.       Melakukan TOT (Training Of Trainer) Sarari (pemeriksaan payudara sendiri) dan \"Valeri Ananto\" (vagina toilet sendiri) secara gratis di masyarakat. (telah melakukan 12 kali TOT kepada 259 masyarakat).

4.       Penyampaian pesan Penanggulangan kanker serviks dan kanker payudara kepada masyarakat melalui SMS (short massage …) secara gratis dan berkala. (telah melakukan 10.057 pengiriman sms).

5.       Menjadi narasumber talkshow di berbagai radio, tv dan event-event. (telah melakukan sebanyak 47 kali).

6.       Melakukan kegiatan publikasi melalui media massa surat kabar, buletin, internet, majalah sebanyak 53 kali.

7.       Penyebaran brosur/leaflet Penanggulangan kanker serviks dan payudara kepada masyarakat. (telah menyebarkan 54.000 brosur)

8.       Melakukan pelayanan konsultasi per telepon sebanyak 17.891 kali kepada masyarakat.

9.       Melakukan korespondensi dengan masyarakat baik melalui internet dan surat menyurat sebanyak 6.365 kali.

Kegiatan pelayanan di Pusat Deteksi Dini & Diagnostik Kanker yang tercatat sampai dengan saat ini adalah :

1.       Total pemeriksaan Pap-smear = 53.425 wanita.

2.       Total pemeriksaan VIA/IVA = 3.850 wanita.

3.       Total Pelayanan \"Vagina Toilet Ananto\" = 3.850 wanita.

4.       Total Pemeriksaan Payudara = 56.684 wanita.

5.       Total pelayanan imunisasi = 128 wanita

6.       Total pemeriksaan Patologi Anatomi (Diagnosa Kanker) = 54.684 kasus.

7.       Total pelayanan Pap-smear keliling = 145 kali.

 

Di Indonesia angka kesakitan dan kematian karena kanker serviks menempati peringkat pertama atau tertinggi. Berbeda dengan di negara maju, dimana kanker payudara menempati peringkat pertama. 

Jumlah penderita kanker payudara di Indonesia mungkin sama banyaknya dengan penderita di luar negeri. Hanya saja jumlah penderita kanker serviks di Indonesia menjadi sangat luar biasa banyaknya sehingga dapat melampaui banyaknya jumlah penderita kanker payudara.

Masalah lain yang harus diperhatikan adalah di negara maju, meskipun angka kesakitannya tinggi, tetapi angka kematiannya rendah sekali. Hal ini dikarenakan tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penanggulangan dan pencegahan serta deteksi dini kanker di negara maju, sudah sedemikian tingginya. Hal inilah yang akan menjadi fokus perjuangan Bidadari untuk memberikan sosialisasi dan edukasi penanggulangan kanker bagi masyarakat.

Kanker serviks termasuk jenis kanker yang dapat di deteksi dan di diagnosa secara dini. Bila berhasil ditemukan pada tahap dini, dapat segera dilakukan tindakan yang tepat untuk upaya kesembuhannya.

Upaya deteksi dini secara pribadi dilakukan dengan tehnik Pap-smear setiap tahun sekali oleh dokter terlatih.  Hal ini perlu dilakukan karena Bidadari mengetahui bahwa dengan Pap-smear yang benar, perubahan sel pada serviks telah dapat diketahui bahkan jauh hari sebelum sel berubah menjadi sel kanker.

Bidadari menganjurkan pemeriksaan Pap-smear dilakukan dengan metode kombinasi. Bisa dilakukan dengan metode Liqui-base dengan VIA (Visual Inspeculo with Acetic-acid) atau metode Pap-smear konvensional dengan VIA. Hal ini dikarenakan kombinasi tersebut masing-masing memiliki potensiasi hasil diagnostik, baik dari sensitifitas maupun spesifitasnya. Kombinasi ini akan meningkatkan nilai akurasi deteksi dini dan diagnostik kanker.

Upaya deteksi dini dan diagnostik tersebut akan menggambarkan kondisi sel saat diperiksa. Bila sel telah mulai mengalami perubahan, segera akan diupayakan mengembalikan kondisi sel kearah normal. Terkadang hal ini membutuhkan waktu yang sangat lama, harus sering kontrol dan berobat, tetapi langkah ini tetap harus dilakukan untuk memastikan sel tidak berubah kearah kanker serviks.

Bidadari bersepakat bahwa faktor penyebab kanker serviks adalah adanya Multi Hit Trauma yang pernah dan telah dialami seseorang selama masa hidupnya. Bidadari beranggapan bahwa kanker diawali dari mutasi DNA pada inti sel yang memiliki faktor proto-oncogen yang berubah menjadi faktor oncogen. Perubahan sel ini mungkin disebabkan kondisi sel yang terus menerus lemah dan atau sakit yang kemudian terkena paparan.

Akhirnya bidadari sampai pada kesimpulan bahwa upaya untuk menanggulangi kanker serviks seyogyanya difokuskan pada pendekatan menyingkirkan berbagai penyebab perubahan sel tersebut.

Bidadari ingin semua keluarga di Indonesia dan dimanapun berada, senantiasa memiliki seorang ibu dan istri yang terbebas dari kanker serviks.

Demikian pula pemikiran bidadari terhadap penanggulangan kanker payudara.

Demikian banyak kematian dan kesakitan yang terjadi di mayarakat, demikian banyak rasa sedih dan pengorbanan tak terhingga di diri mereka yang sakit dan tentu juga bagi seluruh keluarganya. Semua orang terdiam, semua orang tidak tahu apa yang sebaiknya dilakukan.

Bidadari mengganggap bahwa diamnya mereka adalah karena mereka tidak tahu harus melakukan apa, diamnya mereka adalah menunggu nasib dan janji penderitaan selanjutnya. Bidadari sampai pada kesimpulan, bahwa tidak ada seeorangpun atau sebuah institusi yang dapat menyelesaikan masalah kanker serviks dan kanker payudara ini secara sendirian. Semua pihak harus bersikap cantik hati, bersikap saling membantu dan merapatkan barisan untuk melakukan never ending wars ini bersama-sama.

Bidadari telah memberanikan diri dengan mulai membisikkan sebuah kalimat …, lalu mulai menyampaikan dengan lembut …, lalu mengatakan dengan santun …, dan sekarang …, tibalah saatnya bidadari melakukan sebuah hal secara fenomenal, dalam bentuk kampanye kesadaran tentang penanggulangan kanker serviks dan kanker payudara …, dengan mengharapkan dukungan dari semua pihak …, Bidadari telah memecahkan keheningan dan kesunyian kematian dan penderitaan yang menimpa para perempuan ini dengan tag line …

Bidadari breaks the silence …!!!, \"Mom …, Please Don\'t DIE !\" (for cervical & breast cancer awareness campaign)

Perempuan tidak sepantas nya mati karena kanker serviks dan kanker payudara. Perempuan bisa diselamatkan bila mereka mendapatkan informasi dan bantuan dari seluruh pihak.

Bidadari sangat optimis dengan menyatakan tidak mengijinkan seorangpun perempuan mati karena kanker serviks dan kanker payudara. Mereka pasti dapat diselamatkan bila kanker tersebut diketemukan pada tahap awal. Semua pihak berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap nasib seluruh perempuan di negeri ini.

Bidadari telah memecahkan keheningan dan kesunyian kematian dan penderitaan mereka. Bidadari akan memperkeras jerit rauangan anak-anak mereka, juga suami mereka, juga keluarga, kerabat dan masyarakt disekitarnya …, jeritan itu akan menyuarakan kata hati mereka yang paling dalam …, jeritan itu adalah …,  \"Ibu …, jangan mati meninggalkan aku …!\".

Kita pasti bisa melakukan sesuatu kalau kita memang meniatkan. Bidadari mengajak semua pihak untuk berhenti sejenak memikirkan diri kita sendiri, dan mulailah berpikir untuk menyelamatkan perempuan.

Perempuan itu adalah ibu dari anak-anaknya dan istri bagi suami, Ibu yang sangat diperlukan anak anaknya, istri yang sangat dibutuhkan oleh suaminya, perempuan yang menjadi landasan bagi terciptanya keluarga bahagia, perempuan itu adalah sosok cantik yang memberi warna bagi kehidupan kita.

Perempuan itu tidak boleh terkena kanker serviks dan kanker payudara pada stadium lanjut. Bidadari dan Kita bersama akan berjuang dan memastikan mereka selalu bersama kita.




PARA DOKTER



Prof. DR. Dr. Roemwerdiniadi Soedoko, Sp. PA. (Kons).



Dr. Ananto Sidohutomo, MARS.



Dr. Etty Ananto, Sp. PA.



dr. Deanty Ayu Putri Anggraeni



dr. Isabella Febrina Lumbantoruan



dr. Margaret Ivana Tangkilisan



dr. Nugraheny Prasasti Purlikasari



dr. Hilda Adelina



dr. Stefani



dr. Erna Noviyanti



dr. Aldila Rosalina



dr. Rosita Sari Sutanto



dr. Anggun Esti Wardani



dr. Amelia Ina Sadiati



dr. Pramita Andarwati



dr. Listya Dyah Rihardini



dr. Ida Yuanita



dr. Rosita Rahmawati Baskoro



dr. Ira Handriani



Nur Aini, S.TP



Widhiastuti Elok Wibawanti



Anggun Dewi Monalisa



Erri ana wati



Pudji Herawati



Ibu Rufina Maria Satyani Swasneni



Ibu Shilvie Wahyoenie Aria Ningsih



Anita Bastian



dr. Siswi Hapsari


   

With Compliment by. Dr. Ananto Sidohutomo, MARS. For Never Ending Wars Against Cancer.
© BIDADARIKU 2008, www.bidadariku.com. This page is copyrighted. All right reserved BIDADARIKU.
Best View with Internet Explorer at 1024 x 768, Powered by Sidhi Ciang.