![]() |
|
DETEKSI DINI SERVIKS 2008-10-16, Telah dibaca 2478 kali. TRAUMAErosi
serviks adalah hilangnya sebagian / seluruh permukaan epitel squamous dari
serviks. Jaringan yang normal pada permukaan dan atau mulut serviks digantikan
oleh jaringan yang mengalami inflamasi dari kanalis serviks. Jaringan
endoserviks ini berwarna merah dan granuler, sehingga serviks akan tampak
merah, erosi dan terinfeksi. Erosi serviks dapat menjadi tanda awal dari kanker
serviks. Erosi
serviks dapat dibagi menjadi 3: 1.
Erosi ringan : meliputi<=1/3
total area serviks 2.
Erosi sedang : meliputi 1/3-2/3 total
area serviks 3.
Erosi berat : meliputi<=2/3 total
area serviks Penyebab erosi serviks
: 1.
Level estrogen : erosi
serviks merupakan respons terhadap sirkulasi estrogen dalam tubuh a. Dalam kehamilan : erosi serviks sangat umum ditemukan dalam kehamilan karena level estrogen yang tinggi. Erosi serviks dapat menyebabkan perdarahan minimal selama kehamilan, biasanya saat berhubungan seksual ketika penis menyentuh serviks. Erosi akan menghilang spontan 3-6 bulan setelah melahirkan. b.
Pada wanita yang mengkonsumsi pil KB : erosi serviks lebih umum terjadi
pada wanita yang mengkonsumsi pil KB dengan level estrogen yang tinggi. c.
Pada bayi baru lahir : erosi serviks ditemukan pada 1/3 dari bayi wanita
dan akan menghilang pada masa anak-anak oleh karena respon maternal saat bayi
berada di dalam rahim d.
Wanita yang menjalani Hormon Replacement Therapy (HRT): karena penggunaan
estrogen pengganti dalam tubuh berupa pil, krim , dll. 2.
Infeksi: teori bahwa infeksi menjadi penyebab erosi serviks mulai
menghilang. Bukti-bukti menunjukkan bahwa infeksi tidak menyebabkan erosi, tapi
kondisi erosi akan lebih mudah terserang bakteri dan jamur sehingga mudah
terserang infeksi. 3.
Penyebab lain : infeksi kronis di vagina, douche dan kontrasepsi kimia
dapat mengubah level keasaman vagina dan sebabkan erosi serviks. Erosi
serviks juga dapat disebabkan karena trauma (hubungan seksual, penggunaan
tampon, benda asing di vagina, atau terkena speculum) Gejala erosi
serviks: 1.
Mayoritas tanpa gejala 2.
Perdarahan vagina abnormal (yang
tidak berhubungan dengan siklus menstruasi) yang terjadi :
Setelah berhubungan seksual
(poscoital)
Diantara siklus menstruasi
Disertai keluarnya cairan mucus yang
jernih / kekuningan, dapat berbau jika disertai infeksi vagina. 3.
Saat pemeriksaan : dapat berdarah 4.
Erosi serviks disebabkan oleh
inflamasi, sehingga sekresi serviks meningkat secara signifikan, berbentuk mucus,
mengandung banyak sel darah putih, sehingga ketika sperma melewati serviks akan mengurangi vitalitas
sperma dan menyulitkan perjalanan sperma. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya
infertilitas pada wanita. << BACK |
Seluruh Topik |
|
© BIDADARIKU 2008, www.bidadariku.com. This page is copyrighted. All right reserved BIDADARIKU. Best View with Internet Explorer at 1024 x 768, Powered by Sidhi Ciang. |