Dr. Etty Ananto, Sp. PA.


Etty Ananto

Lahir di Malang, 18 Oktober 1968. Dr. Etty Ananto, Sp. PA. menyelesaikan pendidikan kedokteran di tahun 1993 dan menyelesaikan pendidikan spesialisasi Patologi Anatomi di Universitas Airlangga pada tahun 2006.

Dalam kesehariannya beliau dikenal sebagai figur yang sangat teliti dan sabar. Segala aktivitas dilakukan dengan berhati-hati dan selalu diakhiri dengan pengecekan ulang. Ketaatan beliau pada standard operational procedure menjadi suri tauladan sikap profesionalisme dalam bidangnya. Hal lain yang menonjol adalah kentalnya keterlibatan perasaan simpati beliau ketika menghadapi klien.

Kedekatannya dengan Bidadari dimulai ketika beliau mengenal sosok Ibu Roem, Sang Ratu Penanggulangan Kanker. Beliau kemudian mulai mendampingi aktifitas Ibu Roem sejak tahun 1999. Dibawah bimbingan dan arahan Ibu Roem, beliau memutuskan untuk mendalami spesialisasi Patologi Anatomi.

Kehausan beliau akan ilmu dan tehnologi deteksi dini dan diagnostik kanker seakan tak pernah terpuaskan. Beliau sangat aktif dan tekun mengikuti perkembangan informasi terkini baik di dalam maupun di luar negeri. Tiada hari tanpa belajar dan membuka buku adalah motto beliau. Dalam mendalami bidangnya, beliau telah menghasilkan penelitian seperti kanker di payudara, tumor di system saraf pusat, sitologi tumor ameloblastoma dll.

Hal menonjol lain dari beliau adalah kesediaannya untuk kapanpun dan dimanapun melakukan diseminasi informasi keilmuan bagi semua orang. Beliau tidak pernah bosan membimbing, melakukan penyuluhan bahkan di kelompok kecil, talk show dan melalui telepon. Seakan beliau memang menyiapkan diri untuk selalu membagi informasi dan membantu semua orang.

Pelantun tembang bersuara merdu ini adalah sosok yang sangat santun dan religius. Beliau juga dikenal sebagai pribadi yang sangat rendah hati, ringan tangan dan ramah. Hal ini sangat membantu dan memudahkan setiap insan untuk merasa nyaman berkomunikasi dengannya.

Sebagai ibu dari empat putra-putrinya, beliau dapat memahami dan dapat merasakan kesedihan dan kesengsaraan suami dan anak-anak ketika seorang ibu sedang sakit. Sebagai seorang wanita beliau juga menyadari betapa menderitanya seorang ibu yang sakit, apalagi sakit kanker. Pemahaman inilah yang membuat beliau meneguhkan hati untuk mengabdikan diri membantu upaya deteksi dini dan diagnostik kanker. Beliau tampil untuk mensosialisasikan penanggulangan kanker dan langsung menangani upaya deteksi dini dan diagnostik kanker melalui kiprahnya di Bidadari.

Beliau telah memposisikan diri sebagai tempat bersandar dan andalan utama bagi Bidadari untuk melayani masyarakat dalam berkarya dan mengabdi untuk gerakan deteksi dini dan diagnostik kanker.

<< Back


With Compliment by. Dr. Ananto Sidohutomo, MARS. For Never Ending Wars Against Cancer.
© BIDADARIKU 2008, www.bidadariku.com. This page is copyrighted. All right reserved BIDADARIKU.
Best View with Internet Explorer at 1024 x 768, Powered by Sidhi Ciang.