Ibu Rufina Maria Satyani Swasneni


Seorang wanita yang ulet, gesit dan banyak bergerak di bidang sosial itulah ibu Rufina Maria Satyani Swasneni. Lahir di Surabaya 45 tahun yang lalu, alumni SMAK St. Louis tahun 1984 ini melanjutkan kuliahnya di Universitas Terbuka jurusan Administrasi Negara angkatan pertama  yang  masih senang menekuni salah satu hobinya yakni merias dan merawat wajah  yang ditekuni hingga saat ini.

Penyuka warna biru dan coklat ini senang sekali menari tari Jawa dan Bali yang pernah ditekuninya di masa remajanya. Di bidang organisasi pernah menjabat sebagai sekretaris Gereja di wilayah tempat tinggalnya selama dua kali periode dan masih banyak seabrek kegiatan yang pernah dilakukan di masa remajanya.

Ibu yang akrab disapa Fina atau Yani ini bergabung dengan PD3K sejak tahun 2007. Alasan ibu Yani bergabung dengan PD3K karena dimasa remajanya dulu pernah ada FAM  yang sudah diambil di salah satu payudaranya dan pernah Ibu Yani bergabung dengan kegiatan paliatif untuk orang-orang yang sudah divonis terkena kanker  atas inisiatif sendiri.

Setelah bergabung dengan Team Bidadari rasa ingin membantu sesama  wanita bertambah besar terlebih setelah tahu misi dan motto dari Team Bidadari  “ Yang tidak menginginkan setiap perempuan mati karena kanker”.

Ibu dari 3 orang anak yang beranjak remaja ini banyak  berharap bahwa kegiatan dari Team Bidadari banyak manfaatnya bagi kita kaum perempuan khususnya para remaja putrid dan ibu-ibu muda yang rawan terkena  kedua kanker tersebut karena kurangnya informasi  ,Ibuapalagi selaku Manager Outlet yang memimpin Putat Deteksi Dini Kanker saat ini Ibu Yani menginginkan semua perempuan yang sudah tahu informasi yang disampaikan oleh Team Bidadari bisa  disampaikan ke paling tidak orang terdekat dari kita misalnya: kakak, adik, ibu, atau sanak saudara kita yang terdekat.

Ibu  yang masih aktif di Koperasi  Wanita “Setia Bhakti Wanita “ ini di akhir ceritanya menghimbau  : marilah kita bersama-sama mencegah kanker payudara dan kanker mulut rahimm sedini mungkin karena kita tahu kedua jenis kanker ini bisa dicegah asal kita tahu sedini mungkin.

ORA ET LABORA itulah motto Ibu Yani, kita harus tetap bekerja diiringi dengan doa, semoga semakin banyak perempuan yang tahu bagaimana pencegahan sedini mungkin kanker payudara dan kanker mulut rahim yang benar itu.

<< Back


With Compliment by. Dr. Ananto Sidohutomo, MARS. For Never Ending Wars Against Cancer.
© BIDADARIKU 2008, www.bidadariku.com. This page is copyrighted. All right reserved BIDADARIKU.
Best View with Internet Explorer at 1024 x 768, Powered by Sidhi Ciang.