Histopatologi

0

Pemeriksaan histopatologi mungkin masih asing terdengar di telinga kita. Padahal histopatologi digunakan sebagai pemeriksaan standard emas yang harus dilakukan untuk menegakkan diagnosa sebagian besar kanker. Diagnosa kanker baru dapat tegak setelah dilakukan pemeriksaan histopatologi. Nah kita perlu mengenal lebih jauh, sebenarnya apakah pemeriksaan histopatologi atau pemeriksaan histoPA itu.

Histopatologi merupakan pemeriksaan standard emas untuk menegakkan diagnose sebagian besar kanker Histopatologi merupakan pemeriksaan secara mikroskopik pada salah satu bagian jaringan yang menjadi manifestasi dari suatu penyakit. Jaringan yang diperiksa berasal dari hasil operasi atau hasil biopsi..

Jaringan akan mengalami serangkaian proses kimiawi sebelum akhirnya bisa dibaca di bawah mikroskop. Mulanya jaringan hasil operasi difiksasi. Cara fiksasi bisa dengan larutan kimia atau dengan metode potong beku (frozen section).

Fiksasi kimiawi dilakukan dengan merendam jaringan dengan larutan ethanol untuk mengeluarkan cairan dari jaringan, diikuti dengan larutan toluene atau xylene, lalu dengan paraffin. Hasil akhirnya akan terbentuk paraffin block yang kemudian diiris sangat tipis dengan pisau khusus microtome. Hasil irisan yang sangat tipis tersebut kemudian diletakkan pada object glass.

Fiksasi dengan metode potong beku  dilakukan dengan memotong jaringan yang sudah dibekukan dalam cryostat, yaitu semacam refrigerator khusus, dengan pisau microtome. Hasil irisan yang sangat tipis tersebut diletakkan di object glass kemudian difiksasi lebih lanjut dengan larutan yang sama dengan metode fiksasi kimia.

Tahap selanjutnya adalah pengecatan. Jaringan pun bisa dicat dengan pewarna khusus. Tujuan pengecatan adalah untuk membedakan komponen-komponen sel dan memberikan kontras yang baik. Tersedia berbagai macam pewarnaan yang disesuaikan dengan sel dan kebutuhan pemeriksaan. Cat yang paling umum digunakan adalah kombinasi hematoxylin & eosin (H&E). Hematoxylin memberikan warna biru pada nucleus atau inti sel. Eosin memberikan warna pink pada sitoplasma atau matriks sel. Disamping pengecatan H&E, masih banyak jenis pewarnaan yang lain, di antaranya safranin, congo red, dan sudan.

Akhirnya setelah jaringan difiksasi dan diwarnai, jaringan diatas object glass dapat dibaca di bawah mikroskop. Interpretasi hasil sampai dengan diagnosis jaringan dilakukan oleh dokter ahli patologi anatomi.

Anda dapat menghubungi Bidadari untuk berkonsultasi dan mendapatkan informasi ini lebih detail, terutama bila Anda merasa akan atau memerlukannya.

About author

No comments

WP-Backgrounds by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann