Check Up Rutin

0

Deteksi dini terhadap penyakit kanker payudara seharusnya layak diperhatikan dengan sungguh-sungguh oleh setiap wanita karena hal itu merupakan ujung tombak dari proses penyembuhan kanker tersebut.Dengan deteksi dini, timbulnya sel-sel kanker dapat segera diatasi dan dicegah penyebarannya.Kanker payudara pada tahap awal tidak menimbulkan gejala apapun, namun bersamaan dengan berkembangnya penyakit akan timbul gejala yang menyebabkan perubahan pada payudara. Untuk itu dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala.

Disamping melakukan Sarari untuk deteksi dini kanker, kita juga perlu untuk melakukan chek up rutin.Pemeriksaan ini penting dilakukan karena perubahan tumor jinak menjadi kanker membutuhkan waktu yang lama, sekitar 5-15 tahun, tergantung kondisi seseorang. Bila ditemukan pada fase tumor jinak, keberhasilan pengobatan dan kemampuan bertahan hidup pasien menjadi lebih besar.

American Cancer Society dalam proyek skrining kanker payudara menganjurkan hal berikut ini pada wanita walaupun tidak dijumpai keluhan apapun:

  1. Wanita > 20 tahun melakukan SARARI tiap tiga bulan.
  2. Wanita > 35 tahun-40 tahun melakukan mammografi.
  3. Wanita > 40 tahun melakukan check up pada dokter ahli.
  4. Wanita > 50 tahun check up rutin/mammografi setiap tahun.
  5. 5.      Wanita yang mempunyai faktor risiko tinggi (misalnya keluarga ada yang menderita kanker) pemeriksaan ke dokter lebih rutin dan lebih sering.

Pada wanita berusia di atas 35 tahun pemeriksaan pertama yang dianjurkan adalah mamografi. Dengan mamografi, kelainan yang teraba atau tidak teraba dapat terlihat dan mempunyai gambaran yang khusus sehingga dapat dibedakan tumor jinak atau ganas.Di Indonesia sendiri, wanita usia 35-39 tahun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan dasar mammografi setahun sekali. Sedangkan wanita usia 40-49 tahun dianjurkan setiap 1-2 tahun dan bagi wanita usia 50 tahun ke atas, sebaiknya memeriksa setahun sekali, meski tidak ada keluhan.

 

Mammografi adalah pemeriksaan radiologi khusus menggunakan sinar X dosis rendah yang dapat mendeteksi adanya perubahan jaringan payudara, bahkan sebelum adanya perubahan yang kelihatan pada payudara ataupun benjolan yang dapat dirasakan.

Caranya, kita akan diminta berdiri di depan mesin. Beberapa menit kemudian, payudara akan ditekan mendatar menggunakan 2 buah plat plastik. Untuk beberapa saat, tekanan pada payudara ini akan membuat kita menjadi tak merasa nyaman. Semakin datar posisi payudara, hasil yang diperlihatkan akan lebih bagus. Setiap payudara akan diambil dua gambar yang seluruhnya hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja. Melalui gambar inilah, dokter akan memeriksa segala bentuk kelainan yang mungkin terjadi pada payudara kita.

Mammografi dianggap sebagai senjata yang paling efektif untuk deteksi dini kanker sebab dapat mendeteksi hampir 80%-90% dari semua kasus kanker payudara.

Anjuran untuk memeriksa payudara dengan mammografi setiap tahun, sempat menimbulkan pro dan kontra. Karena dikhawatirkan paparan sinar rontgennya, meski dalam dosis rendah, malah akan memicu timbulnya kanker

Meski belum sempurna, namun alat yang dikembangkan sejak 1990 ini mampu mendeteksi secara dini adanya kanker payudara. Sementara risiko terpapar radiasinya cukup rendah, mengingat dosisnya yang amat kecil..

Pemeriksaan mammografi sangat wajib dilakukan pada kita yang memiliki latar belakang berikut:
1. Memiliki keluarga yang menderita kanker payudara.
2. Memiliki siklus haid yang panjang (artinya menstruasi di usia muda tapi

    menopausenya lambat).
3. Tidak pernah hamil.
4. Hamil pertama di atas usia 35 tahun.
5. Pernah menderita kanker endometrial atau kanker ovarium.
6. Mendapat radiasi untuk pengobatan keloid.
7. Pernah menjalani terapi hormon dalam jangka waktu cukup lama.

Memang tidak dipungkiri kadang mammografi gagal mendeteksi tumor atau kadang menunjukkan ada tumor padahal tidak ada. Yang paling baik adalah gabungan pemeriksaan mammografi dan pemeriksaan fisik payudara.
Pada perempuan usia di bawah 35 tahun yang jaringan payudaranya masih cukup padat apabila dalam pemeriksaan fisik ditemukan benjolan maka pemeriksaan lanjutan adalah USG payudara. Alat ini juga tersedia di berbagai klinik dan rumah sakit dan dapat dengan mudah membedakan benjolan berisi cairan (kista) dengan benjolan padat (solid).

Dibawah ini adalah langkah pemeriksaan yang dapat kita lakukan untuk melakukan deteksi dini kanker payudara :

Usia

Pendapat Pakar

Apa yang Perlu Dilakukan

Di bawah 40 tahun

Umumnya mereka sependapat

Pemeriksaan sendiri setiap bulan. Tidak perlu mammografi
Dibawah 40 tahun tapi beresiko tinggi (saudara perempuan atau ibu menderita kangker payudara pada usia muda

Mintalah program khusus pada dokter

Pemeriksaan sendiri setiap bulan.
Pemeriksaan fisik setahun sekali.
Mulai pemeriksaan mammografi 5 – 10 tahun sebelum usia ibu atau saudara perempuan kita terserang kangker payudara.
40-49 tahun, tidak beresiko tinggi

Masih silang pendapat.

Pemeriksaan sendiri setiap bulan.
Pemeriksaan fisik 1-2 kali/tahun.
Mammografi boleh tidak dilakukan atau setahun sekali.
40-49 tahun beresiko tinggi

Masih silang pendapat

Pemeriksaan fisik setiap bulan.
Pemeriksaan fisik dan mammografi setahun sekali.
50-74 tahun dengan resiko normal atau tinggi

Umumnya setuju

Pemeriksaan sendiri setiap bulan.
Lakukan pemeriksaan fisik dan mammografi setahun sekali.
75 tahun atau lebih

Masih silang pendapat

Pemeriksaan sendiri setiap bulan.
Pemeriksaan fisik dan mammografi setahun sekali.

About author

No comments

Lainnya

Menurut penganut pengobatan psikolkultural, penyakit timbul akibat terganggunya keseimbangan tubuh, jiwa, pikiran, dan kehidupan spiritual seseorang. Karenanya pengobatan ini bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan itu, yang ...
WP-Backgrounds by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann