Cervical & Breast Cancer Tree

0

725ab2e5536ce3eac0a8dd17d083ff4e_L (1)Konsep model CERVICAL & BREAST CANCER TREE merupakan hasil pemikiran yang dinamis dan akan senantiasa berkembang dengan cara melakukan analisis, evaluasi serta melakukan upaya penyempurnaan secara berkesinambungan di masa mendatang.

Masyarakat yang  mengetahui faktor-faktor resiko terjadinya kanker serviks dan payudara, diharapkan dapat melakukan upaya-upaya pencegahan atau penanggulangan kanker serviks dan payudara secara aktif baik bagi dirinya sendiri maupun bagi keluarga, yang nantinya juga diharapkan dapat memberikan wawasan dan penyadaran kepada masyarakat lainnya.

Dengan memahami konsep CERVICAL and BREAST CANCER TREE, kematian seorang perempuan karena kanker serviks maupun kanker payudara dapat dicegah. Konsep ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pada tahap awal kedua kanker ini dapat disembuhkan. Ini adalah kesempatan emas bagi semua masyarakat dan pihak yang berkepentingan untuk berlomba-lomba mencegah dan menanggulangi dirinya dari penyakit tersebut. Bila seorang wanita tidak dapat menghindari penyakit ini, maka temukan kanker Serviks maupun kanker payudara pada tahap awal. Dengan demikian diharapkan masyarakat akan secara sadar memeriksakan dirinya dan melakukan deteksi dini terhadap penyakit kanker ini.

Pemahaman masyarakat sebagai sebuah paradigma pola pikir inilah yang akan dipakai sebagai senjata masing-masing terhadap upaya pertempuran untuk menanggulangi ancaman kematian wanita karena kanker serviks maupun payudara.

Pada akhirnya pemahaman ini diharapkan akan meningkatkan penemuan angka kesakitan kanker serviks dan kanker payudara pada tahap awal yang masih memiliki kesempatan untuk disembuhkan. Dan tentu akan secara otomatis  menurunkan kematian wanita Indonesia karena kedua kanker  itu sendiri.
Konsep model ini digambarkan seakan-akan adalah membayangkan sebuah pohon. Semata hanya untuk membuat sederhana pemahaman berfikir saja. Model ini merangkum seluruh faktor yang mempengaruhi perjalanan penyakit kanker Serviks dan payudara, terutama ditinjau dari sudut pandang dari “Sel”.

Pada pohon tersebut di bagian akar yang digambarkan adalah faktor-faktor yang dapat diduga menjadi resiko terhadap penyebab seseorang perempuan terkena penyakit kanker serviks maupun Payudara. 4 faktor tersebut terdiri dari faktor “Tidak Bersih”, faktor “Pilihan”, faktor “Alamiah” dan faktor “Unknown”(tidak diketahui). Pemahaman pada bagian akar inilah yang akan mengedukasi masyarakat bagaimana melakukan pencegahan dan penanggulangan terhadap kanker Serviks dan kanker Payudara. Kemudian dikenal sebagai sebuah model penanggulangan kanker Serviks dan kanker Payudara berbasis masyarakat.

A.    Faktor Tidak Bersih

Adalah semua faktor yang meningkatkan resiko seseorang perempuan terkena penyakit kanker serviks bila ditinjau dari ke tidak bersihan organ intimnya.
Penyebab dari ke-“Tidak Bersih”-annya organ intim perempuan dapat diakibatkan oleh karena Lingkungannya, adanya infeksi, gaya hidup kotor dan terdapatnya paparan.

Yang perlu menjadi perhatian dalam faktor tidak bersih adalah
– Lingkungan, yaitu kelembaban organ intim dan mutu baku air dalam digunakan dalam kegiatan sanitasi.
– Infeksi, yaitu infeksi virus HPV (Human Papiloma Virus), multiple sexual, dan infeksi dari kuman, jamur, bakteri                                 , dan virus lainnya.
– Gaya Hidup, yaitu berganti-ganti pasangan sex, tidak melakukan pap smear secara rutin, cara pee (buang air kecil), cara cebok, suami tidak dikhitan, serta hygiene dan sanitasi
– Paparan radiasi, yaitu radiasi dari sinar rontgen/ x-ray, kondisi global warming, dan radiasi dari ultraviolet.
– Asupan makanan tidak sehat
– Paparan karsinogen, yaitu pembalut, pestisida yang mengandung zat organochlorine. Dan karsinogen dalam makanan

B.    Faktor Pilihan

Adalah semua faktor yang meningkatkan resiko seorang perempuan terkena penyakit kanker serviks dan kanker payudara ditinjau dari kebijakan perempuan tersebut dalam memilih .

Pilihan-pilihan tersebut,yaitu :
– Trauma, yaitu pilihan banyak melahirkan per vaginam, pilihan melakukan operasi, plihan melakukan hubungan sex di usia muda.
– Imunitas rendah, yaitu pilihan terjangkit HIV dan pilihan kekurangan nutrisi atau mal nutrisi.
– Hormonal, yaitu pilihan melakukan hormone replacement atau menggunakan hormon dalam kontrasepsi atau terapi dan pilihan ketidak seimbangan hormone yang dimiliki (estrogen-progesteron imbalance)
– Perawatan kala sakit, yaitu pilihan untuk tidak tuntas dalam berobat dan pilihantidak control secara teratur.
– Pilihan mengkonsumsi nutrisi yang buruk.

C.    Faktor Alamiah

Adalah semua faktor yang meningkatkan resiko seorang perempuan terkena penyakit kanker serviks dan kanker payudara ditinjau dari faktor alami, yaitu :
– Usia yang semakin menua.
– Genetik, yaitu riwayat keluarga         terkena kanker dan memiliki organ serviks dan payudara.
– Karakteristik organ yang dimiliki

D.    Faktor unknown/ Tidak diketahui

Saat ini ilmu pengetahuan semakin berkembang dan penelitian tentang kanker serviks dilakukan secara terus menerus di masa kini dan masa mendatang. Hal ini  diharapkan dapat menemukan faktor-faktor lain yang saat ini belum diketahui dapat menyebabkan kanker serviks.

Empat kelompok faktor tersebut dianggap sebagai penyebab dari resiko berubahnya sel normal menjadi lemah atau sakit, dalam jangka panjang sel tersebut bisa mengalami perubahan menjadi sel kanker.sel kanker. Bidadari bersepakat dengan pemakaian istilah “Multi Hit Trauma” pada sel Serviks maupun Payudara yang akan menimbulkan resiko terhadap kanker Serviks maupun kanker Payudara. Tidak pernah terpikirkan bidadari, bahwa hanya karena sebuah penyebab saja akan dapat mengakibatkan perubahan sel normal menjadi sel kanker.

Pada pokok pohon, digambarkan sebuah skenario perubahan dari sel normal yang dapat menjadi tidak normal/sakit yang selanjutnya dapat berubah menjadi sel kanker. Pemahaman pada bagian pokok pohon ini lah yang akan mempertemukan upaya penanggulangan kanker serviks dari masyarakat dan dari tenaga ahli. Memperkenalkan cara deteksi dini Resiko oleh masyarakat, cara deteksi dini oleh tenaga kesehatan, serta cara melakukan diagnosa kanker oleh tenaga dokter dan spesialis.

Pendeteksian dini oleh masyarakat, dapat dilakukan dengan melakukan pengisian “kartu skor ananto untuk deteksi dini resiko kanker serviks” dan “kartu skor ananto untuk deteksi dini resiko kanker payudara”. Setelah mengetahui resiko yang dimilikinya, perempuan diharapkan lebih waspada terhadap faktor-faktor diatas. Selain itu, perempuan juga diharapkan mampu melakukan tindakan pencegahan sederhana sendiri yaitu dengan melakukan Cebok Ala Bidadari, Valeri Ananto (vagina toilet sendiri), Standing Pee, dan Sarami Ananto (Pemeriksaan payudara bersama Suami) dan secara rutin memeriksakan organ intimnya ke tenaga ahli, yaitu dengan melakukan pap smear dan pemeriksaan payudara.

Selanjutnya manakala seorang perempuan terdeteksi terkena kanker serviks dan kanker payudara, dapat melakukan upaya berbagai pilihan tindakan dan penatalaksanaan penyembuhan dengan bantuan tenaga medis atau tenaga ahli lain yang digambarkan sebagai bagian atas pohon yang terdiri dari cabang, ranting, daun, buah.

Pilihan tindakan dan penatalaksanaan kanker serviks dan kanker payudara, yaitu:
1. Operasi, yaitu cryosurgery, laser surgery, conization, Histerectomy, trachelectomy,  Pelvic exeteration, dll, untuk kanker serviks. Pada pengobaan kanker payudara dapat melakukan operasi konservasi payudara (lumpectomy), mastectomy, dan operasi-operasi lainnya (Breast reconstruction, dll)
2. Radiasi, yaitu menggunakan brachyteraphy dan external beam radiation.
3. Kemoterapi, yaitu dengan menggunakan obat yang ditelan dan obat yang disuntik.
4. Imunoterapi, dengan menggunakan Monoclonal antibodies dan Tumor Necrosis Factor.
5. Paliatif, dengan menggunakan mengurangi rasa sakit (release of pain) dan meningkatkan kualitas hidup (increase quality of life).
6. Alternatif, dengan menggunakan terapi pijat, konsumsi suplemen, vitamin, akupuntur, pengobatan herbal, dll.

About author

No comments

Terapi Pijat pada Penderita Kanker

Terapi pijat direkomendasikan oleh beberapa professional sebagai terapi komplementer, sebagai tambahan untuk terapi konvensional. Terapi pijat adalah suatu sistem terapi yang bekerja dengan cara mengusap, ...
WP-Backgrounds by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann