Bayi

0

Bayi wanita yang baru lahir sudah dihadapkan dengan resiko gangguan kesehatan reproduksinya. Kesehatan payudara : orang-orang tua kita mengatakan bahwa bayi wanita yang baru lahir juga memiliki ASI pada payudaranya akibat kontak langsung dengan ibunya semasa dalam kandungan, sehingga secara hormonal bayi juga sama dengan ibunda yang memang telah dipersiapkan untuk menyusui. ASI tersebut menurut mereka harus dikeluarkan sampai habis dengan cara memijat-mijat puting susu bayi tiap kali memandikan. ASI bisa habis dengan pemijatan sampai usia bayi sekitar satu-dua bulan tergantung masing-masing bayi. Apakah memang hal itu perlu dilakukan? Apakah pengaruhnya bila ada bayi yang tidak diperlakukan seperti itu?

Kesehatan genitalia : pada masa ini, bayi kita juga sudah dihadapkan dengan kesehatan genitalia yang berhubungan dengan pengetahuan dan kebiasaan mengganti dan menggunakan jenis popok. Pada umumnya orang-orang tua kita dulu menggunakan popok dari kain popok yang memiliki daya serap yang cukup baik, dan digunakan ulang setelah dicuci. Cara membersihkan popok mulai dari mencuci, menjemur damn menyetrika juga berperan sangat penting bagi kesehatan reproduksi bayi. Bila mencucinya kurang bersih dari air urin maupun feses dapat menjadi media pembiakan kuman yang jika dipakaikan pada bayi sudah dapat kita perkirakan infeksi yang mungkin sekali terjadi pada genitalia bayi, terutama infeksi saluran kemih (ISK). Juga tidak menutup kemungkina menyebabkan ascending infection, infeksi leher rahim (ILR) dengan gejala keputihan pada bayi. Selain itu, biasanya kita mencuci dengan menggunakan bantuan sabun detergent, bila kita membilasnya kurang bersih sehingga sabun detergent masih melekat pada kain popok, dan kita pakaikan lagi pada bayi, maka zat kimia yang terkandung dalam sabun detergent bisa menjadi pengaruh buruk terhadap kesehatan reproduksi bayi. Kebiasaan mengganti popok segera setelah popok basah oleh air urin, lebih-lebih olehfeses juga sangat penting bagi kesehatan genitalia.

Saat ini, popok sekali pakai (disposable diapers) menjadi sangat poluper. Tetapi bisa menyebabkan timbulnya masalah-masalah kesehatan genitalia, mulai dari ruam popok (diaper rash),ISK, dan ILR. Resiko tersebut dapat dikurangi dengan memilih disposable diapers yang terbuat dari bahan yang daya serapnya tinggi dan sirkulasi udaranya baik. Pemilihan dari segi pembuatan juga sangat penting karena penggunaan zat-zat kimia dalam proses pembuatan disposable diapers juga berdampak buruk pada kesehatan reproduksi. Selain itu juga kebiasaan mengganti popok tiap 4 jam max. 6 jam perlu diterapkan, karena lebih dari wakti itu pertumbuhan kuman sudah terjadi. Jadi mengganti popok tidak perlu menunggu popok penuh oleh air urin. Apalagi jika bayi ternyata buang air besar (BAB), maka popok harus segera diganti untuk mencegah terjadinya ISK.

About author

No comments

Apabila Anda Didiagnosis Kanker

Setelah di diagnosis kanker, anda mungkin merasa terpukul, tidak percaya, takut, cemas, bersalah, berduka, depresi, dan marah. Tiap orang dapat merasakan hal ini dan tiap ...
WP-Backgrounds by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann