Asuh Anak Ikuti Insting

0

Panduan parenting yang berkualitas, blog tentang pengasuhan anak bertebaran. Namun tak semuanya bisa Anda terapkan. Bahkan saran dari pakar pun tak selalu bisa dipraktikkan di rumah.

Setiap anak berbeda, dan orangtua pun harus mencari cara terbaik yang cocok untuk keluarganya. Kunci keberhasilan orangtua menghadapi dilema pengasuhan anak adalah percayakan pada insting.

Dilansir Your Tango, Psikolog dan Life Coach, Dr Lisa Kaplin mengatakan cara terbaik mengatasi dilema pengasuhan anak adalah dengan mengikuti insting Anda sebagai orangtua.

Bagaimana mengatasi anak yang merengek, apakah sebaiknya anak tidur bersama orangtuanya atau terpisah, bagaimana cara mendisiplinkan anak? Orangtua tak perlu terlalu kaku mengikuti pendapat masyarakat atau apa kata pakar untuk menjawabnya.

Berikan anak makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Di luar itu, orangtua boleh saja mencari informasi, opini, penelitian untuk menambah wawasan dalam menjalankan peran sebagai orangtua. Namun jangan sampai orangtua justru jadi stres dengan semua pendapat itu, sementara tugas pengasuhan sendiri sudah cukup membuatnya frustasi.

Kaplin yang juga adalah seorang ibu punya caranya sendiri dalam mengatasi dilema pengasuhan. Misalnya saat bayi menangis, ia tak pernah tahan berdiam diri. Ia memindahkan bayi ke ayunan, atau suaminya menggendongnya, mencurahkan kasih sayang sebentar lalu mengembalikannya lagi ke tempat tidur. Ia juga tidak menidurkan bayi satu kasur dengannya. Karena tidur seranjang dengan bayi membuatnya tidak bisa tidur.

Apa yang bisa menciptakan ketenangan di keluarga? Gaya pengasuhan apa yang tepat? Untuk menjawabnya, percayakan pada diri Anda. Pengasuhan anak ibarat maraton yang melelahkan, namun Anda harus pintar-pintar menyimpan energi untuk tetap bisa mendampingi anak.

Problemnya, Kaplin melanjutkan, dengan terlalu banyak pakar yang menyuruh orangtua melakukan sesuatu terhadap anaknya, orangtua kemudian merasa telah berbuat kesalahan. Tiba-tiba saja orangtua merasa terintimidasi kalau-kalau ia salah sikap anak akan tumbuh tak sesuai harapan.

“Saya telah mengobservasi banyak orangtua beberapa tahun ini (termasuk saya sendiri). Kesalahan orangtua dalam pengasuhan justru menambah bumbu dan kecanggungan saat mendampingi anak tumbuh berkembang,” tuturnya.

Kaplin mengatakan, tak ada orangtua yang sempurna juga anak yang sempurna. Jika saat ini masih banyak kesalahan, atau dalam skala 10 Anda baru bisa menuntaskan enam target pengasuhan untuk anak, percayalah suatu hari Anda akan lebih baik lagi.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan orangtua adalah sikap menghakimi atau mengkritisi pilihan orangtua lain dalam mengasuh anak. “Urus urusan pribadi saja. Rawat keluarga, diri sendiri, bertumbuhlah, belajar, tertawalah, bersenang-senanglah dan stop menghakimi orang lain,” ungkapnya.

“Anak-anak belajar dan meniru apa yang kita lakukan. Jadi mulailah dengan melakukan kebaikan, miliki kepercayaan diri, juga menunjukkan bahwa kita mampu dan tahu apa yang terbaik untuk keluarga,” tandasnya. (dne)

About author

No comments

Olah Raga

Aktivitas fisik lebih menurunkan risiko kanker hingga 45% dibandingkan yang kurang melakukan aktivitas fisik.  kurang gerak dapat memicu timbulnya kanker payudara, endometrium, ginjal, usus besar, dan ...
WP-Backgrounds by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann